RADARBANYUWANGI.ID – Pembukaan BMX Supercross 2026 di Sirkuit BMX Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Sabtu (27/6), tak hanya menghadirkan adu cepat para pembalap nasional dan internasional. Di balik kemeriahan ajang olahraga bergengsi itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi memanfaatkan momentum tersebut untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada pelajar dan masyarakat yang membutuhkan.
Secara simbolis, bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani didampingi Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto pada seremoni pembukaan kejuaraan.
Momen paling menyentuh terjadi saat Bupati Ipuk menyerahkan sepasang sepatu khusus bagi penyandang disabilitas kepada Rafa Aditya Pratama, siswa SMP Negeri 2 Gambiran. Ipuk bahkan berjongkok untuk membantu Rafa mengenakan sepatu dengan desain khusus tersebut, yang diharapkan dapat menunjang aktivitas dan mobilitasnya sehari-hari.
Selain itu, empat pelajar dari Kecamatan Muncar menerima bantuan sepeda untuk mendukung aktivitas belajar mereka. Mereka adalah Gais Dwiandra, siswa SD Negeri 3 Sumbersewu, Ailin Malika dan Mohamad Reza Ardianata, siswa MI Roudlotut Tholibin Sumberayu, Desa Sumberberas, serta Danil Bilisam, siswa MI Islamiyah Kumendung.
Baznas juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada Muhammad Putra Pratama, siswa MI Islamiyah Kumendung, sebagai bentuk dukungan agar terus bersemangat menempuh pendidikan.
Sebelum penyerahan bantuan tersebut, Bupati Ipuk juga memberikan santunan kepada sepuluh anak yatim di Kecamatan Muncar.
Tak hanya menyasar dunia pendidikan, Baznas Banyuwangi juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Siswati, warga Dusun Sumberbroto, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, menerima bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLTB) setelah rumahnya mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Sementara itu, Dini Rista Sari, warga Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, memperoleh bantuan modal usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonominya. Keduanya juga menerima paket sembako dari Baznas Banyuwangi.
Bupati Ipuk Fiestiandani berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi penyemangat bagi para penerimanya.
Menurut Ipuk, bantuan pendidikan berupa sepatu disabilitas, sepeda, dan beasiswa diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar anak-anak. Sedangkan bantuan rumah layak huni dan modal usaha diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
"Semoga bantuan dari Baznas yang diserahkan hari ini bisa bermanfaat bagi penerimanya," ujar Ipuk.
Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto menjelaskan, seluruh bantuan tersebut merupakan implementasi program Banyuwangi Peduli, Banyuwangi Cerdas, dan Banyuwangi Makmur yang dijalankan Baznas.
Dana bantuan berasal dari penghimpunan zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dilakukan bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di 25 kecamatan se-Banyuwangi.
"UPZ juga membantu mencarikan sasaran mustahik di wilayah kecamatan yang dinilai layak untuk menerima bantuan dari Baznas," kata Dwi Yanto.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, Baznas Banyuwangi terus memperluas manfaat dana zakat agar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka akses pendidikan, memperkuat ekonomi keluarga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin