RADARBANYUWANGI.ID – Kondisi jembatan di Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, yang ambrol sejak akhir tahun lalu semakin mengkhawatirkan. Intensitas hujan yang masih tinggi membuat bagian fondasi jalan yang sebelumnya tergerus terus mengalami kerusakan, sehingga memicu rasa was-was warga yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Namun, di tengah kekhawatiran itu, kabar baik akhirnya datang. Jembatan yang menjadi akses utama menuju destinasi wisata Rowo Bayu tersebut dipastikan segera diperbaiki.
Kepastian itu disampaikan langsung Kepala Desa Bayu, Yulia Herlina, Selasa (23/6). Menurut dia, proses awal perbaikan telah dimulai dengan pengukuran di lokasi oleh dinas terkait yang didampingi jajaran Koramil Songgon.
“Proses pengukuran jembatan sudah dilakukan tadi siang (kemarin),” ujarnya.
Yulia mengaku menyambut positif perkembangan tersebut. Sebab, sejak jembatan ambrol pada Minggu (7/12) lalu, belum ada penanganan spesifik yang dilakukan di lokasi. Sementara itu, kondisi kerusakan terus bertambah parah akibat terjangan air hujan dan luapan sungai.
“Secepatnya akan segera ada koordinasi lanjutan,” terangnya.
Kerusakan jembatan tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga mengancam akses menuju kawasan wisata Rowo Bayu yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata alam di Banyuwangi.
Karena itu, Pemerintah Desa Bayu mulai menyiapkan langkah antisipasi agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh saat proyek perbaikan berlangsung.
“Kami juga sedang menyiapkan akses jalan sementara sebagai jalur alternatif selama proyek pembangunan berlangsung. Jadi aktivitas warga tidak sampai mandek total,” imbuh Yulia.
Sementara menunggu proyek dimulai, warga memilih meningkatkan kewaspadaan. Mereka secara swadaya melakukan penjagaan di sekitar lokasi jembatan yang rusak.
Sebuah banner larangan melintas dipasang di ujung jalan. Kendaraan roda empat maupun kendaraan berukuran besar yang hendak melintas diminta memutar arah dan mencari jalur lain demi menghindari risiko kecelakaan.
Langkah tersebut dilakukan karena kondisi jembatan dinilai semakin rawan. Bagian fondasi dan sayap jembatan yang berada di sisi selatan terus terkikis setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur Banyuwangi pada akhir 2025 menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah. Salah satu yang paling parah adalah jembatan di Dusun Sambungrejo, Desa Bayu.
Saat itu, derasnya aliran sungai menghancurkan bagian sayap dan fondasi jembatan sisi selatan hingga menyisakan rongga menganga selebar sekitar lima meter. Kerusakan tersebut mengancam keselamatan pengguna jalan sekaligus menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata warga sekitar.
Kini, masyarakat berharap proses perbaikan bisa segera direalisasikan sehingga akses vital menuju Rowo Bayu kembali aman dan aktivitas warga dapat berjalan normal seperti sediakala. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin