Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sehari Pascajebol, Dam Concrong Rogojampi Ditambal Tanggul Darurat dari Karung Berisi Tanah

Zamrozi Wahyu • Rabu, 24 Juni 2026 | 08:00 WIB
KERJA BAKTI: Para petani sekitar Dam Concrong bersama petugas pengairan Krosda Rogojampi membenahi plengsengan yang sempat jebol diterpa arus sungai, Selasa (23/6). (Jasmani for Radar Banyuwangi)
KERJA BAKTI: Para petani sekitar Dam Concrong bersama petugas pengairan Krosda Rogojampi membenahi plengsengan yang sempat jebol diterpa arus sungai, Selasa (23/6). (Jasmani for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Langkah cepat dilakukan para petani dan petugas pengairan menyusul ambrolnya plengsengan Dam Concrong di Desa/Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Hanya sehari setelah kejadian, mereka bergotong royong membangun tanggul darurat, Selasa (23/6), guna menyelamatkan saluran irigasi yang menjadi tumpuan ribuan hektare lahan pertanian.

Sejak pukul 07.00, para petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pengguna Air (Hippa) mulai berdatangan ke lokasi. Mereka mengangkut tanah, memasukkannya ke dalam karung, lalu menyusunnya di bagian plengsengan yang jebol. Di sisi lain, petugas pengairan turut membantu membersihkan saluran agar aliran air kembali normal.

Kepala Korsda Rogojampi Jasmani mengatakan, pembangunan tanggul darurat menjadi prioritas utama agar air tidak kembali mengalir ke sungai dan gagal masuk ke jaringan irigasi.

“Bagian plengsengan yang jebol itu kami tambal dengan tanggul darurat yang terbuat dari tanah dibungkus karung,” katanya.

Selain menambal bagian yang rusak, kerja bakti juga difokuskan pada pembersihan area bendung. Menurut Jasmani, jika tanggul tidak segera dibangun dan saluran tidak dibersihkan, distribusi air menuju sawah akan terganggu.

“Kalau tidak dibuatkan tanggul dan saluran airnya tidak dibersihkan, maka aliran air bisa terganggu. Air yang seharusnya mengalir ke persawahan kembali turun ke sungai,” ujarnya.

Jasmani menjelaskan, plengsengan Dam Concrong jebol akibat tidak mampu menahan debit air yang melonjak drastis saat hujan deras mengguyur Rogojampi pada Senin dini hari (22/6). Padahal, kapasitas maksimal saluran yang ambrol hanya sekitar 3 ribu liter per detik.

“Sedangkan saat banjir pada Senin lalu, debit air melebihi kapasitas maksimal, bahkan diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu liter per detik,” ungkapnya.

Lonjakan debit air tersebut disebut menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir. Selama menjabat sebagai Kepala Korsda Rogojampi, Jasmani mengaku belum pernah menyaksikan aliran air sebesar itu.

“Saya menjabat kepala Korsda di Rogojampi sudah lima tahun. Selama itu, debit air tidak pernah sebesar kali ini,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Rogojampi pada Minggu malam (21/6) menyebabkan puluhan rumah warga terendam banjir. Tidak hanya itu, Dam Concrong yang berada tidak jauh dari Kantor Desa Rogojampi juga ikut terdampak.

Plengsengan di bagian penampung air ambrol dan menyebabkan kerusakan cukup parah. Sebuah gubuk yang berada di area bendung rusak berat, sementara satu pohon berukuran besar tumbang akibat derasnya hujan disertai angin kencang.

Juru Dam Concrong, Dimas, mengatakan kerusakan plengsengan diduga terjadi bersamaan dengan meluapnya air sungai yang menggenangi permukiman warga.

“Plengsengan di tempat penampung walet jebol. Ini imbas dari derasnya aliran air,” ujarnya.

Ia menambahkan, hujan deras yang terjadi sepanjang Minggu malam disertai angin kencang membuat kondisi di sekitar bendung semakin rentan.

“Pada Minggu malam terjadi hujan deras dan angin kencang,” katanya.

Kini, tanggul darurat yang dibangun secara gotong royong menjadi harapan sementara bagi petani agar pasokan air ke sawah tetap terjaga, sembari menunggu perbaikan permanen pada plengsengan Dam Concrong. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#tanggul darurat #plengsengan jebol #petani banyuwangi #rogojampi #dam concrong