RADARBANYUWANGI.ID - Masa libur panjang sekolah mulai menggerakkan arus wisata ke Pulau Bali. Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, yang menjadi gerbang utama penyeberangan Jawa-Bali, mulai dipadati kendaraan pribadi dan bus wisata sejak Sabtu malam (20/6). Di saat bersamaan, kendaraan logistik juga terus berdatangan sehingga area parkir pelabuhan tampak nyaris penuh.
Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, arus penyeberangan hingga Minggu (21/6) masih terpantau lancar. Armada kapal tetap beroperasi normal dengan pengaturan trip yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Sejak Sabtu sore, geliat peningkatan kendaraan sudah terlihat. Namun, kepadatan semakin terasa ketika malam tiba. Deretan kendaraan pribadi, bus, hingga truk logistik memadati hampir seluruh area dermaga.
Firman, salah seorang petugas kapal, mengatakan eskalasi kendaraan terus berlangsung hingga Minggu pagi dan sore.
"Hampir semua dermaga penuh, di LCM dan MB IV dipenuhi kendaraan logistik, kemudian di MB I sampai III ada bus dan kendaraan kecil," ujarnya.
Pemandangan tersebut menjadi penanda dimulainya musim liburan sekolah. Banyak keluarga memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan yang diprediksi terjadi pada pekan depan.
Salah satunya Nabila, 32, wisatawan asal Semarang yang memilih melakukan perjalanan darat menuju Bali bersama keluarganya.
Ia mengaku berangkat sejak Sabtu pagi dan sempat beristirahat di beberapa rest area di Surabaya dan Situbondo sebelum tiba di Pelabuhan Ketapang pada Minggu pagi.
"Sempat khawatir kena macet, tapi ternyata bisa sampai pelabuhan lancar. Semoga di Bali juga lancar. Rencananya mau explore ke wilayah utara Bali," kata ibu satu anak itu.
Meningkatnya arus kendaraan sebenarnya sudah diprediksi PT ASDP Indonesia Ferry. Perusahaan pelat merah tersebut memperkirakan jumlah penumpang dari Jawa menuju Bali selama masa liburan sekolah naik sekitar 3 hingga 4 persen dibanding hari normal.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP telah menyiapkan armada, personel operasional, hingga fasilitas pendukung di pelabuhan.
Tak hanya itu, ASDP juga memberikan potongan tarif hingga 40 persen bagi pengguna jasa tertentu di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan diskon diberikan melalui pembebasan tarif jasa pelabuhan sebesar 100 persen yang secara keseluruhan setara rata-rata 21,9 persen dari harga tiket.
Program tersebut berlaku untuk perjalanan mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026, sedangkan pembelian tiket sudah dapat dilakukan sejak 6 Juni melalui platform Ferizy.
Di lintasan Ketapang-Gilimanuk, tarif penumpang pejalan kaki turun dari Rp 10.600 menjadi Rp 6.400. Tarif sepeda motor Golongan II turun dari Rp 31.600 menjadi Rp 18.900, sedangkan mobil pribadi Golongan IVA turun dari Rp 213.400 menjadi Rp 171.400.
"Kami juga mengoptimalkan kesiapan armada, personel operasional, serta fasilitas pelabuhan. Berbagai fasilitas seperti ruang tunggu ber-AC, charging station, tempat ibadah, hingga area kuliner disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa," ujar Windy.
Ia menambahkan, seluruh kapal yang beroperasi juga telah menjalani pemeriksaan kelaiklautan sehingga aspek keselamatan pelayaran tetap terjaga selama masa liburan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan di tengah meningkatnya jumlah pengguna jasa.
Karena itu, kesiapan armada, fasilitas, serta petugas di lapangan terus diperkuat agar pelayanan penyeberangan berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
"Kami juga mengimbau masyarakat membeli tiket lebih awal melalui Ferizy serta memastikan data identitas dan dokumen kendaraan sesuai saat melakukan pemesanan. Langkah tersebut dapat mempercepat proses verifikasi di pelabuhan sekaligus mengurangi antrean selama periode libur sekolah," tegasnya.
Sementara itu, meski kendaraan yang masuk ke pelabuhan terus meningkat, jumlah kapal yang dioperasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk masih normal.
Pengawas Keselamatan dan Keamanan Berlayar BPTD Satpel Ketapang, Rahut Sianturi, mengatakan kendaraan yang masuk didominasi kendaraan barang dan bus. Tingkat keterisian area parkir pelabuhan pun mencapai sekitar 90 persen.
Menurut Rahut, operasional penyeberangan pada Minggu didukung 28 kapal yang dibagi dalam beberapa dermaga.
"Armada tersebut beroperasi dengan pola delapan trip dan terbagi di Dermaga MB sebanyak 19 kapal serta Dermaga LCM sebanyak 9 kapal," ujarnya.
Ia memastikan hingga saat ini belum ada penambahan kapal perbantuan yang dioperasikan di Dermaga Ponton, LCM, maupun Bulusan.
Namun, jika lonjakan kendaraan terus meningkat, jumlah kapal dan pola operasional akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Untuk saat ini kondisinya bisa dibilang padat. Penambahan kapal kita sesuaikan dengan kondisi di pelabuhan," tegas Rahut.
Dengan dimulainya masa libur sekolah, Pelabuhan Ketapang diperkirakan masih akan menjadi titik sibuk dalam beberapa pekan ke depan. Ribuan kendaraan dan wisatawan diprediksi terus berdatangan, membawa harapan menikmati liburan sekaligus menguji kesiapan layanan penyeberangan Jawa-Bali. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin