RADARBANYUWANGI.ID - Kabar melegakan datang dari MC, balita perempuan berusia tiga tahun yang sempat tercebur ke dalam sumur sedalam 12 meter di rumahnya di Dusun Krajan 2, Desa/Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.
Setelah sempat membuat panik keluarga dan warga sekitar, kondisi bocah itu kini berangsur pulih. Bahkan, Minggu (21/6), MC sudah kembali bermain dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan ceria.
Peristiwa yang nyaris merenggut nyawa bocah tersebut terjadi pada Kamis malam (18/6). Namun, keajaiban seolah berpihak pada MC. Meski terjatuh ke dasar sumur dengan kedalaman sekitar 12 meter, ia hanya mengalami luka lecet ringan di bagian punggung dan lutut kanan tanpa mengalami trauma berat.
MC diketahui tinggal bersama kakek dan neneknya. Sejak sebelum kejadian, ia dikenal sebagai anak yang sangat aktif. Sifat itu pula yang diduga membuatnya mampu memanjat area sumur yang selama ini dianggap aman oleh keluarganya.
Kakek MC, Edi Sukarno, 61, mengaku hingga kini masih sulit mempercayai kejadian yang menimpa cucunya. Sebab, sumur yang berada di ruang tamu rumahnya itu telah dilengkapi fondasi setinggi sekitar satu meter dan ditambah penghalang dari tripleks setinggi satu meter.
"Dari lantai ruang tamu, ketinggian penghalang sumur sekitar dua meter. Jadi kejadian itu seperti di luar nalar bisa terjadi ke anak balita. Saya sempat menduga tidak mungkin cucu saya bisa memanjat fondasi sumur," ujarnya.
Menurut Edi, saat kejadian sekitar pukul 18.00 dirinya sedang beristirahat di kamar. Suasana rumah yang biasanya riuh justru mendadak sunyi.
"Anaknya memang aktif. Biasanya saya istirahat diganggu, tapi waktu itu kok tidak. Namun tiba-tiba ada suara gedubrak dari arah sumur disertai tangisan MC. Saya langsung tebangun dan melihat ia sudah ada di dalam sumur," katanya.
Tanpa berpikir panjang, Edi langsung meminta bantuan warga sekitar. Tak lama kemudian, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Genteng datang membawa peralatan penyelamatan.
Proses evakuasi sempat mengalami kendala. Tangga milik warga yang pertama kali digunakan ternyata tidak cukup panjang untuk mencapai dasar sumur dan bahkan sempat terjatuh. Upaya kemudian dilanjutkan menggunakan tangga milik petugas Damkar.
"Awalnya pakai tangga milik warga, namun tidak sampai dasar dan tangganya terjatuh. Kemudian menggunakan tangga milik petugas Damkar," terangnya.
Setelah tangga mencapai dasar sumur, paman MC bernama Adi turun untuk mengevakuasi keponakannya. Di momen menegangkan itu, terjadi hal yang membuat keluarga takjub.
MC yang selama ini masih jarang berbicara, tiba-tiba mengucapkan kalimat dengan jelas sambil menangis.
"Padahal sebelumnya MC masih belum lancar berbicara. Namun saat kejadian itu tiba-tiba bicaranya lancar. Ia bisa mengatakan, 'Om ayo naik om'," kenang Edi.
Usai berhasil dievakuasi, MC langsung dibawa ke RS Al Huda untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasilnya cukup mengejutkan. Tidak ditemukan luka serius ataupun indikasi cedera berat pada tubuhnya.
"Di rumah sakit itu sebenarnya kami ingin rontgen, tapi sama dokter dibilang tidak usah karena kondisi MC sangat sehat. Setelah diperiksa, ia malah sudah berlari-lari di area rumah sakit," ungkap Edi.
Untuk memastikan kondisi tubuh cucunya benar-benar pulih, keluarga juga memanggil tukang pijat tradisional pada malam hari setelah kejadian. Setelah dipijat, MC langsung tertidur lelap dan keesokan paginya kembali beraktivitas seperti biasa.
Meski kondisi MC telah pulih, trauma justru masih dirasakan anggota keluarga.
"Yang trauma itu malah kami. Pasca kejadian itu, sumur langsung kami tutup dan kami menggelar selamatan untuk mendoakan MC," bebernya.
Sebelumnya, peristiwa menegangkan itu mengundang perhatian banyak pihak. Petugas Damkarmat, personel kepolisian, staf kecamatan, hingga warga sekitar bahu membahu melakukan penyelamatan terhadap balita tersebut.
Kabar baiknya, upaya penyelamatan berjalan lancar. MC berhasil diangkat dari dasar sumur dalam keadaan sadar dan kini kembali tersenyum ceria, seolah tak pernah mengalami kejadian yang membuat banyak orang menahan napas itu. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin