Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kebakaran Toko Bangunan di Sumbersewu, 1.000 Paralon hingga Tandon Air Ludes

Zamrozi Wahyu • Senin, 22 Juni 2026 | 00:00 WIB
Petugas Damkarmat Sektor Srono dan Genteng serta Mako Induk memadamkan api di toko bangunan di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, yang terbakar pada Sabtu malam (20/6). (Heri Siswanto for Radar Banyuwangi)
Petugas Damkarmat Sektor Srono dan Genteng serta Mako Induk memadamkan api di toko bangunan di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, yang terbakar pada Sabtu malam (20/6). (Heri Siswanto for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Warga Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, dibuat panik setelah kobaran api melalap sebuah toko bangunan milik Budiono, 58, pada Sabtu malam (20/6).

Beruntung, saat kejadian toko dalam kondisi tutup sehingga tidak ada orang di dalam bangunan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik pada instalasi penerangan toko yang memercikkan api dan menyambar tumpukan kardus di dekatnya.

Petugas Damkarmat Sektor Srono, Heri Siswanto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 20.35 WIB.

Laporan itu menyebutkan adanya kebakaran di toko bangunan milik Budiono yang berada di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar.

“Menanggapi laporan itu, petugas piket dari Sektor Srono, Genteng, dan Markas Komando (Mako) Banyuwangi bergegas menuju lokasi kejadian,” ujar Heri.

Berdasarkan keterangan saksi, salah seorang warga bernama Karman pertama kali mengetahui adanya kebakaran setelah melihat kepulan asap dari dalam toko.

Tak lama kemudian, asap tebal itu berubah menjadi kobaran api yang semakin membesar.

“Menyadari adanya kebakaran, Karman langsung memberi tahu warga sekitar. Warga kemudian mendobrak pintu toko dan berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya,” terangnya.

Namun, upaya warga tidak mampu menghentikan laju api yang terus membesar karena di dalam toko terdapat banyak material yang mudah terbakar.

Damkarmat Banyuwangi kemudian mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai sektor untuk melakukan penanganan.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan pada sisi timur dan selatan bangunan. Strategi itu dilakukan untuk memutus perambatan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Setelah api di area tepi berhasil dikendalikan, petugas memusatkan penyemprotan ke titik api utama yang berada di bagian tengah bangunan.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.11 WIB,” kata Heri.

Hasil investigasi awal menunjukkan sumber api diduga berasal dari korsleting pada kabel paralel instalasi penerangan toko.

Percikan api kemudian menyambar tumpukan kardus dan merembet ke berbagai material bangunan lain yang mudah terbakar.

“Tidak ada korban jiwa atau luka. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 juta,” ungkapnya.

Sejumlah barang yang terbakar di antaranya sekitar 1.000 batang paralon, arko, tandon air, tripleks, asbes, serta berbagai material bangunan lainnya.

Petugas mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada bangunan yang menyimpan banyak bahan mudah terbakar, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Kebakaran Muncar #Desa Sumbersewu #Damkarmat Banyuwangi #toko bangunan #Korsleting Listrik