RADARBANYUWANGI.ID – Ketenteraman warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, sempat terganggu oleh keberadaan seorang pria yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kerap terlihat menggelandang di pinggir jalan. Jumat (19/6) siang, aparat akhirnya turun tangan melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Pria tersebut diketahui bernama Hamid, yang dalam beberapa hari terakhir sering terlihat mondar-mandir di sekitar permukiman warga. Kondisi itu membuat sebagian warga merasa resah dan khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Warga lapor demi keselamatan bersama
Kekhawatiran warga mendorong mereka melapor ke aparat agar yang bersangkutan mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan manusiawi. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga keamanan lingkungan sekaligus memastikan hak orang tersebut tetap terpenuhi.
Koordinator Satpol PP BKO V Genteng, Masruri, mengatakan pihaknya segera bergerak setelah menerima aduan warga.
“Kami menerima laporan bahwa yang bersangkutan sering mondar-mandir dan mulai membuat warga waswas,” ujarnya.
Evakuasi berlangsung humanis tanpa perlawanan
Petugas kemudian menuju lokasi di Desa Gendoh dan melakukan pendekatan persuasif sebelum proses evakuasi dilakukan. Beruntung, proses pengamanan berjalan lancar tanpa adanya perlawanan dari Hamid.
Pendekatan humanis menjadi prioritas agar situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan tekanan berlebih bagi yang bersangkutan maupun masyarakat sekitar.
Langsung dibawa ke shelter Dinsos Banyuwangi
Setelah berhasil diamankan, Hamid langsung dibawa ke fasilitas penanganan sosial milik pemerintah daerah. Ia kemudian diserahkan ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Banyuwangi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Siang itu juga kami kirim ke shelter Dinsos untuk penanganan lebih lanjut,” kata Masruri.
Langkah ini dilakukan agar yang bersangkutan bisa memperoleh pemeriksaan kesehatan, pendampingan, serta rehabilitasi sesuai kebutuhan.
Apresiasi untuk warga yang memilih jalur pelaporan
Masruri juga mengapresiasi sikap warga Desa Gendoh yang memilih melapor ketimbang melakukan tindakan main hakim sendiri. Ia menegaskan bahwa penanganan ODGJ membutuhkan kerja sama semua pihak.
“Kami berterima kasih atas kepedulian warga. Jika menemukan kasus serupa, segera laporkan agar bisa kami tangani dengan tepat,” tegasnya.
Penanganan ODGJ di ruang publik, lanjutnya, bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga tentang kemanusiaan dan hak setiap individu untuk mendapatkan perawatan yang layak. (sas)
Editor : Ali Sodiqin