RADARBANYUWANGI.ID – Pemadaman listrik bergilir yang kembali melanda Banyuwangi tak hanya membuat aktivitas warga terganggu. Lampu lalu lintas (traffic light) di perempatan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, juga ikut padam sehingga arus kendaraan dari empat arah sempat semrawut dan rawan kecelakaan.
Pantauan warga, traffic light di salah satu simpul lalu lintas tersibuk di Banyuwangi itu mati bersamaan dengan pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Kecamatan Kalipuro dan sekitarnya. Pengendara dari berbagai arah terpaksa saling mengalah dan melintas secara bergantian.
Tak ada petugas yang berjaga saat lampu lalu lintas padam. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat berebut jalan, terutama saat jam pulang kerja.
Bukan hanya kawasan Cungking. Pemadaman juga terjadi di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, hingga wilayah sekitar Hotel Aston Banyuwangi ke arah utara. Warga mengeluhkan durasi pemadaman yang berlangsung cukup lama, bahkan mencapai hampir lima jam.
Yuli, warga Desa Kelir, mengatakan listrik di lingkungannya padam sejak Rabu (18/6) sore sekitar pukul 16.40 WIB dan baru kembali menyala pukul 21.30 WIB.
“Kemarin padam hampir lima jam. Baru malam listriknya menyala lagi,” ujarnya.
Pemadaman yang berlangsung lama membuat aktivitas rumah tangga terganggu. Selain kesulitan beraktivitas pada malam hari, warga juga tidak dapat mengisi daya telepon genggam maupun menggunakan peralatan elektronik yang menunjang pekerjaan.
Keluhan serupa disampaikan Yamin, warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Menurut dia, listrik di wilayahnya padam sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB.
“Kalau listrik padam selama itu jelas mengganggu. Banyak aktivitas warga yang akhirnya ikut terhenti,” katanya.
Tak hanya Kalipuro, pemadaman juga dirasakan warga Kecamatan Rogojampi dan Singojuruh. Kartika, warga Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh, mengaku listrik di rumahnya kembali padam pada Kamis (19/6).
Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 14.30 WIB, aliran listrik belum kembali menyala. Kondisi itu membuat pekerjaan yang dilakukannya dari rumah ikut terganggu.
“Hampir satu minggu ini sudah beberapa kali padam. Ini cukup mengganggu aktivitas,” ujarnya.
Kartika mengaku baterai laptop dan telepon genggam yang digunakan untuk bekerja hampir habis karena tidak bisa diisi ulang selama pemadaman berlangsung.
Menanggapi keluhan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banyuwangi memastikan pemadaman bergilir yang terjadi saat ini bukan lagi disebabkan pekerjaan pemeliharaan jaringan.
Asisten Manajer Keuangan dan Umum PLN UP3 Banyuwangi, Widi Umaryanto, menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan pemeliharaan jaringan dan penggantian material sebenarnya telah selesai dilakukan.
Namun, PLN masih harus menerapkan pemadaman bergilir karena adanya keterbatasan pasokan daya dari sisi pembangkit.
“Untuk pemeliharaan jaringan dan penggantian material sudah selesai. Namun kami masih harus melakukan pemadaman bergilir karena ada kendala teknis terkait pasokan daya dari sisi pembangkit utama PLN,” ujarnya.
Widi mengatakan, hingga kini PLN UP3 Banyuwangi belum dapat memastikan kapan pemadaman bergilir akan berakhir. Pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terkait normalisasi pasokan listrik.
Dia menjelaskan, sistem kelistrikan Banyuwangi merupakan bagian dari jaringan interkoneksi Jawa-Bali. Pasokan listrik tidak hanya berasal dari pembangkit lokal, tetapi juga disuplai dari sejumlah pembangkit besar melalui jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
“Pasokan listrik Banyuwangi banyak disuplai melalui sistem interkoneksi. Bukan hanya dari pembangkit lokal, tetapi juga dari pembangkit besar seperti PLTU Paiton dan PLTA yang terhubung melalui jaringan SUTET,” katanya.
Karena pasokan daya berkurang, terutama saat beban puncak, PLN memilih melakukan pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan sistem sekaligus mencegah terjadinya pemadaman total yang lebih luas.
“Pasokan daya saat beban puncak masih kurang. Untuk menghindari padam total, kami melakukan pemadaman bergilir,” jelasnya.
Di tengah belum adanya kepastian kapan kondisi kembali normal, warga berharap PLN segera memulihkan pasokan listrik. Sebab, bukan hanya aktivitas rumah tangga dan usaha yang terdampak, tetapi juga fasilitas umum seperti traffic light yang sangat vital bagi keselamatan pengguna jalan. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin