RADARBANYUWANGI.ID - Sunyi di tengah lahan luas Bandara Kiai As’ad Syamsul Arifin (KASA) Situbondo memunculkan tanda tanya besar. Di saat proyek strategis nasional itu disebut masih berjalan, warga justru melihat kondisi berbeda: tidak ada aktivitas pekerja, alat berat, maupun progres pembangunan yang tampak di lapangan.
Pantauan di lokasi pada Kamis (18/6) di wilayah Situbondo menunjukkan area yang sebelumnya ramai kini berubah lengang. Kondisi ini memicu spekulasi publik bahwa proyek bandara tersebut mangkrak, meski pemerintah dan TNI menegaskan sebaliknya.
Warga: Sudah Lama Tak Ada Aktivitas
Sejumlah warga yang rutin melintas di sekitar proyek mengaku sudah lama tidak melihat aktivitas pembangunan. Padahal, proyek Bandara KASA disebut sebagai infrastruktur besar yang akan menjadi simpul transportasi sekaligus dukungan fasilitas militer.
“Setiap hari saya lewat sini, sudah lama tidak ada aktivitas. Tidak tahu juga kenapa,” ujar seorang warga, Kamis (18/6).
Menurutnya, pembangunan bandara masih jauh dari selesai karena baru terlihat sebagian infrastruktur dasar seperti runway dan beberapa bangunan awal.
“Kalau lihat sekarang, masih jauh. Bandara itu kan butuh banyak fasilitas,” tambahnya.
Dinas PUPP: Pembangunan Bertahap
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (PUPP) Situbondo, Abdul Kadir, mengaku belum mengetahui detail perkembangan terbaru proyek tersebut. Namun ia menegaskan, pembangunan berskala besar seperti bandara umumnya memang dilakukan bertahap.
“Yang saya ketahui, pembangunan sarana militer di sana memang direncanakan bertahap selama beberapa tahun,” ujarnya.
TNI Tegaskan Proyek Tidak Mangkrak
Di sisi lain, Komando Distrik Militer (Kodim) 0823 Situbondo memastikan bahwa proyek Bandara KASA tidak mangkrak maupun dihentikan. Dandim 0823 Letkol Inf Ferry Ardian menjelaskan bahwa proyek saat ini berada dalam fase jeda setelah penyelesaian tahap awal.
“Proyek KASA dilaksanakan bertahap. Tahap pertama berupa runway dan pagar keliling sudah selesai sekitar April lalu,” jelasnya.
Ia menambahkan, tahap selanjutnya direncanakan dimulai sekitar Agustus setelah proses tender di Kementerian Pertahanan.
“Bukan dihentikan. Ini jeda teknis sebelum masuk tahap kedua,” tegasnya.
Proyek Lima Tahap hingga 5 Tahun
Pembangunan Bandara KASA dirancang dalam lima tahap besar dengan target penyelesaian tiga hingga lima tahun ke depan. Saat ini, kondisi lapangan yang terlihat sepi disebut sebagai bagian dari transisi antartahap pembangunan.
Proyek yang berada di wilayah Bandara Kiai As’ad Syamsul Arifin itu juga direncanakan berfungsi ganda sebagai fasilitas penerbangan dan dukungan latihan militer, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur strategis di kawasan Tapal Kuda. (rif/pri)
Editor : Ali Sodiqin