Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Putra Daerah Jadi Kepala BNNK Banyuwangi, Rahmat Kurniawan Siap Perangi Narkoba

Bagus Rio Rohman • Jumat, 19 Juni 2026 | 07:11 WIB
Kepala BNNK Banyuwangi yang baru Kombespol Rahmat Kurniawan (kanan) berjabat tangan dengan Kombespol Faisol Wahyudi yang menjabat sebagai kepala BNNK Malang. (Foto: BNNK Banyuwangi)
Kepala BNNK Banyuwangi yang baru Kombespol Rahmat Kurniawan (kanan) berjabat tangan dengan Kombespol Faisol Wahyudi yang menjabat sebagai kepala BNNK Malang. (Foto: BNNK Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi kini memiliki nahkoda baru. Sosok yang dipercaya memimpin lembaga tersebut bukan orang asing bagi masyarakat Banyuwangi. Dia adalah Kombespol Rahmat Kurniawan, putra daerah yang pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di Bumi Blambangan dan kini bertekad memperkuat perang melawan narkotika.

Rahmat resmi dilantik sebagai Kepala BNNK Banyuwangi oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Brigjen Pol Budi Mulyanto, Kamis (19/6). Ia menggantikan Kombespol Faisol Wahyudi yang mendapat amanah baru sebagai Kepala BNN Kota Malang.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Mendut Sport Centre, Banyuwangi. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri para kepala BNN kabupaten/kota se-Jawa Timur serta pejabat struktural di lingkungan BNNP Jawa Timur.

Bagi Rahmat, penugasan di Banyuwangi memiliki makna tersendiri. Sebab, perwira menengah polisi dengan tiga melati di pundak itu lahir dan besar di Bumi Blambangan. Ia dikenal sebagai Lare Oseng sejati yang pernah berkarier di sejumlah posisi penting.

Sebelum dipercaya memimpin BNNK Banyuwangi, Rahmat pernah menjabat Kapolsek Muncar dan Kasatreskrim Polresta Banyuwangi. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjadi Kapolres Sanggau, Kalimantan Barat.

Kini, ia kembali ke tanah kelahirannya dengan tugas yang tidak ringan: memimpin upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Usai dilantik, Rahmat menyatakan siap melanjutkan berbagai program yang telah dijalankan pendahulunya. Ia juga berkomitmen memperkuat langkah pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan penindakan terhadap peredaran narkotika di Banyuwangi.

"Saya juga berkomitmen memperkuat langkah pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta penindakan terhadap peredaran gelap narkotika di wilayah Banyuwangi," ungkapnya.

Menurut Rahmat, perang melawan narkoba tidak mungkin dilakukan oleh BNN seorang diri. Dibutuhkan sinergi dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, mulai pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, hingga masyarakat di tingkat desa.

"Peredaran narkotika merupakan ancaman serius yang harus dihadapi bersama. Karena itu, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder agar upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika bisa berjalan lebih maksimal," terangnya.

Selain penindakan, Rahmat juga menempatkan aspek pencegahan sebagai prioritas utama. Ia berencana meningkatkan kegiatan sosialisasi dan edukasi, terutama kepada kalangan pelajar dan generasi muda yang rentan menjadi sasaran penyalahgunaan narkoba.

"Pencegahan harus menjadi prioritas. Kami ingin masyarakat semakin sadar akan bahaya narkotika dan berani berperan aktif dalam upaya pencegahannya," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman narkoba. Dengan dukungan masyarakat, Rahmat optimistis Banyuwangi dapat menjadi daerah yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

"Mohon dukungan dari seluruh pihak agar tugas dan amanah yang diberikan ini dapat kami jalankan dengan baik demi mewujudkan Banyuwangi yang bersih dari narkoba," harapnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol Budi Mulyanto menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat baru merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab.

Menurut Budi, pergantian kepemimpinan tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kinerja serta memastikan keberlanjutan program yang telah berjalan.

"Pejabat yang baru dilantik harus mampu melanjutkan berbagai capaian dan prestasi yang telah diraih satuan kerja masing-masing," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

"Selain itu, seluruh jajaran BNN diminta terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan persoalan narkotika yang semakin kompleks. Dengan sinergi yang kuat, pelaksanaan Program P4GN diharapkan semakin optimal," ujarnya.

Dengan dilantiknya Rahmat Kurniawan sebagai Kepala BNNK Banyuwangi, BNNP Jawa Timur berharap upaya pemberantasan narkotika di Bumi Blambangan semakin efektif. Sosok putra daerah itu juga diharapkan mampu membawa BNNK Banyuwangi terus berprestasi dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Bersinar atau Bersih dari Narkoba.

"Tentu kita harapkan seluruh program dan pencegahan P4GN yang digaungkan oleh BNNP terus digalakkan hingga ke daerah. Sehingga mewujudkan komitmen BNNP untuk terus memberantas peredaran narkotika hingga pelosok daerah," tegas Budi. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Rahmat Kurniawan #P4GN Banyuwangi #Bersih narkoba #Kombes Rahmat #BNNK Banyuwangi