RADARBANYUWANGI.ID – Jalur nasional yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember sempat lumpuh sebagian pada Rabu dini hari (18/6). Sebuah dahan pohon randu berukuran jumbo tiba-tiba patah dan ambruk hingga menutup separo badan jalan di Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 itu membuat arus lalu lintas dari dua arah tersendat. Kendaraan yang melintas terpaksa berjalan bergantian karena sebagian badan jalan tertutup ranting dan dedaunan yang berserakan.
Beruntung, saat kejadian kondisi jalan masih relatif sepi sehingga tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimpa.
Diduga kuat, patahnya dahan pohon randu tersebut dipicu angin kencang yang menerjang kawasan Kalibaru sejak dini hari.
"Kejadiannya pas subuh, angin memang berembus cukup kencang. Tiba-tiba dahan pohon randu di tepi jalan itu patah dan langsung melintang ke jalan raya," ujar Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kalibaru, Mad Sholeh.
Ambruknya dahan raksasa itu sontak membuat lalu lintas di jalur nasional Banyuwangi–Jember tersendat. Padahal, pada jam-jam tersebut sudah banyak kendaraan logistik yang mulai melintas.
Untuk menghindari kemacetan panjang, petugas kepolisian bersama relawan memberlakukan sistem buka tutup jalur. Kendaraan dari arah Banyuwangi maupun Jember harus bergantian melewati ruas jalan yang masih bisa dilalui.
"Arus lalin sempat tersendat imbas sistem buka-tutup. Kami harus segera melakukan evakuasi agar jalur logistik Banyuwangi–Jember ini tidak lumpuh," imbuh Mad Sholeh.
Ia mengatakan, meski kejadian berlangsung saat pagi buta, aktivitas kendaraan di ruas jalan nasional tersebut sudah cukup ramai. Karena itu, penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar distribusi barang dan mobilitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.
"Untungnya kejadian masih pagi, tapi sudah banyak kendaraan logistik melintas, jadi harus ada buka tutup," katanya.
Mendapat laporan dari warga, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat sekitar langsung bergerak menuju lokasi.
Berbekal gergaji mesin (chainsaw) dan parang, mereka bergotong royong memotong dahan pohon menjadi beberapa bagian kecil. Potongan kayu dan ranting kemudian dipindahkan ke tepi jalan agar akses kendaraan kembali terbuka.
Proses evakuasi berlangsung cukup cepat. Dalam waktu sekitar satu setengah jam, jalur nasional tersebut akhirnya dapat dilalui secara normal.
"Alhamdulillah, sekitar pukul 05.00 jalur sudah kembali normal dan lancar," ujar Mad Sholeh.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi wilayah Kalibaru, agar meningkatkan kewaspadaan. Sebab, kondisi cuaca yang tidak menentu masih berpotensi menimbulkan pohon tumbang maupun bencana lainnya.
"Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap waspada saat melintasi jalur Kalibaru, terutama saat terjadi angin kencang atau hujan lebat," pungkasnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman pohon tumbang masih membayangi sejumlah ruas jalan nasional yang dipenuhi pepohonan besar. Kewaspadaan dan respons cepat tim gabungan menjadi kunci agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin