RADARBANYUWANGI.ID – Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi menggelorakan semangat hijrah melalui kegiatan Peaceful Muharram II. Tidak sekadar seremoni pergantian tahun, kegiatan ini juga dibarengi target besar, yakni menyelesaikan 2.500 khataman Al-Qur'an secara serentak di seluruh Banyuwangi.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program nasional Kemenag RI tersebut digelar secara daring di Aula Kemenag Banyuwangi, Rabu (17/6). Seluruh jajaran Kemenag Banyuwangi mengikuti kegiatan itu, mulai kepala seksi, penyelenggara, pengawas madrasah, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Banyuwangi.
Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Peaceful Muharram II. Kegiatan ini tak hanya menjadi sarana memperingati datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, kedamaian, dan kebersamaan.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Banyuwangi Mastur mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Banyuwangi. Peserta yang terlibat pun berasal dari berbagai unsur, mulai Raudhatul Athfal (RA), satuan kerja Kemenag, pondok pesantren, takmir masjid, hingga majelis taklim.
Menurut dia, keterlibatan banyak elemen masyarakat menjadi bukti bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan juga wahana memperkuat syiar Islam dan membangun budaya cinta Al-Qur'an.
"Secara keseluruhan Banyuwangi menargetkan 2.500 khataman Al-Qur'an sebagai bentuk syiar Islam sekaligus penguatan nilai spiritual dalam momentum Tahun Baru Hijriah," ujarnya.
Mastur menambahkan, Peaceful Muharram II memiliki tujuan yang lebih luas, yakni menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan nilai kedamaian dan kebersamaan," katanya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat mengajak seluruh jajaran menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum refleksi diri. Ia menegaskan, makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan atau pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Menurutnya, semangat hijrah harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas diri, penguatan ibadah, serta pengamalan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Setiap cita-cita memerlukan perjuangan dan pengorbanan. Nilai kebaikan harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin lama proses hijrah, harus semakin baik pula kualitas diri," tuturnya.
Chaironi berharap, melalui Peaceful Muharram II, masyarakat Banyuwangi tidak hanya menyambut Tahun Baru Islam dengan sukacita, tetapi juga menjadikannya sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan mempererat persaudaraan.
Dengan semangat hijrah yang terus digaungkan, Kemenag Banyuwangi optimistis nilai-nilai kedamaian, kebersamaan, dan keberkahan akan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Momentum 1 Muharram pun diharapkan menjadi pengingat bahwa perubahan ke arah yang lebih baik selalu dimulai dari diri sendiri. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin