Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jembatan Penghubung Dua Dusun Dibangun Kembali, Akses Ekonomi Warga Bungatan Situbondo Terangkat Segera Pulih

Ali Sodiqin • Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00 WIB
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, meninjau pembangunan jembatan yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu di Desa Sumbertengah, Kecamatan Bungatan, Selasa (16/6). (Ahmad Rifa
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, meninjau pembangunan jembatan yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu di Desa Sumbertengah, Kecamatan Bungatan, Selasa (16/6). (Ahmad Rifa'ie/Radar Situbondo)

RADARBANYUWANGI.ID – Setelah berbulan-bulan terputus akibat diterjang banjir, harapan warga Desa Sumbertengah, Kecamatan Bungatan, untuk kembali menikmati akses transportasi yang normal mulai menemukan titik terang. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo turun langsung meninjau progres pembangunan dua jembatan yang rusak akibat bencana, termasuk Jembatan Gantung Kesambian yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

Kunjungan yang dilakukan Selasa (16/6) itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pembangunan infrastruktur strategis berjalan sesuai jadwal sehingga dapat segera dimanfaatkan kembali oleh masyarakat terdampak.

Jembatan Gantung Kesambian membentang di atas Sungai Kesambian dan menghubungkan Desa Sumbertengah dengan Dusun Krajan serta Dusun Bantapan. Selama jembatan tersebut rusak akibat banjir, warga terpaksa menempuh jalur alternatif yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Padahal, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi akses utama bagi mobilitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan berbagai pelayanan publik lainnya.

“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik yang menghubungkan dua dusun. Yang paling penting adalah menghubungkan aktivitas ekonomi warga, akses anak-anak menuju sekolah, serta memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya,” kata Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat meninjau lokasi pembangunan.

Pemulihan Infrastruktur Jadi Prioritas

Kerusakan jembatan akibat banjir pada awal tahun 2026 sempat memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, hingga akses menuju fasilitas umum mengalami hambatan karena warga harus memutar melalui jalur yang lebih jauh.

Karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam upaya memulihkan aktivitas masyarakat.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio tersebut menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar harus mampu memberikan manfaat langsung dan nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan jembatan yang berfungsi dengan baik akan mempercepat pergerakan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah pedesaan.

“Setelah jembatan lama rusak diterjang banjir, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih jauh. Karena itu kami ingin akses ini segera pulih. Ketika konektivitas terjaga, roda perekonomian masyarakat juga akan bergerak lebih baik,” ujarnya.

Harapan Besar Warga Setelah Berbulan-Bulan Terisolasi

Di tengah proses pembangunan yang berlangsung, antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Mereka berharap jembatan baru segera rampung sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.

Kepala Dusun Krajan, Ilyas, mengatakan masyarakat telah menunggu lama pembangunan jembatan tersebut. Sejak jembatan lama ambrol dan hanyut terbawa arus banjir pada awal tahun, warga mengalami banyak kesulitan, terutama dalam urusan transportasi dan mobilitas ekonomi.

“Jembatan yang lama rusak dan terbawa arus banjir pada awal tahun. Sejak itu warga harus mencari jalan lain yang lebih jauh. Oleh karena itu, masyarakat sangat bersyukur ketika pembangunan jembatan mulai dilakukan,” katanya.

Menurut Ilyas, keberadaan jembatan sangat penting karena menjadi jalur utama penghubung masyarakat menuju pusat aktivitas ekonomi maupun fasilitas pelayanan publik.

Lebih dari Sekadar Infrastruktur

Bagi warga Bungatan, Jembatan Kesambian bukan hanya sarana penyeberangan. Infrastruktur tersebut menjadi simbol keterhubungan antarwilayah yang menentukan kelancaran berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Ketika jembatan terputus, akses pendidikan terganggu, biaya transportasi meningkat, dan distribusi hasil pertanian menjadi lebih sulit. Sebaliknya, ketika konektivitas kembali pulih, roda perekonomian lokal dapat bergerak lebih cepat.

Karena itu, pembangunan jembatan pascabanjir tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik semata, melainkan investasi sosial dan ekonomi yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan dan pengawasan langsung dari pemerintah daerah, warga kini berharap Jembatan Kesambian segera rampung sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik yang sempat terganggu akibat banjir dapat kembali normal. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Jembatan Kesambian #Infrastruktur desa #bupati situbondo #Bungatan #Pascabanjir