RADARBANYUWANGI.ID - Suasana religius sekaligus penuh nuansa seni mewarnai halaman Kantor PCNU Banyuwangi Senin malam (15/6). Sambil menunggu informasi resmi hasil rukyatul hilal awal Tahun Baru Hijriah dari PBNU, PCNU Banyuwangi menggelar kegiatan musikalitas puisi, selawatan, dan zikir yang melibatkan para fungsionaris serta masyarakat sekitar.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 18.00 WIB itu menghadirkan perpaduan pembacaan tahlil, zikir, doa, lantunan selawat hingga musikalitas puisi bernuansa Islami. Iringan musik dari Al-Farabi Entertainment serta dukungan tata suara dari Sultan Production Muncar membuat suasana malam pergantian tahun Hijriah terasa khidmat, namun tetap hangat dan membumi.
Lantunan selawat menggema di depan Kantor PCNU Banyuwangi, menarik perhatian masyarakat yang melintas untuk turut menyaksikan. Tidak sedikit warga yang berhenti sejenak, menikmati syiar keagamaan yang dikemas secara kreatif dan terbuka di ruang publik.
Sekretaris PCNU Banyuwangi Bisri Musthofa selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa acara tersebut sengaja digelar sebagai bentuk syiar menyambut Tahun Baru Islam dengan pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat.
Menurutnya, dakwah tidak selalu dilakukan melalui forum formal atau ceramah semata, tetapi juga dapat diwujudkan melalui seni, sastra, dan budaya yang membawa pesan keislaman. “Ini bagian dari dakwah rahmatan lil ‘alamin. Dari sisi syiar agama, kumandang selawat hadir di tengah masyarakat. Dari sisi seni, ada ruang bagi kemampuan puisi, olah vokal, dan ekspresi Islami. Sekaligus menjadi sarana edukasi masyarakat agar lebih dekat dengan NU, termasuk memahami proses penentuan awal bulan Hijriah,” ujarnya.
Puncak perhatian jemaah terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat hasil rukyatul hilal dari PBNU diumumkan. Di tengah berlangsungnya acara, Haikal Kafili, Kepala Staf Kantor sekaligus Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi, menyampaikan secara resmi hasil pemantauan hilal.
Dalam pengumumannya, ia menyampaikan bahwa hilal tidak terlihat di seluruh titik pemantauan, sehingga bulan Dzulhijjah disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari.
“Karena hilal tidak berhasil terlihat di seluruh titik rukyat, maka bulan diistikmalkan. Dengan demikian, 1 Muharram 1448 H jatuh pada hari Rabu, 17 Juni 2026,” ungkapnya di hadapan peserta kegiatan.
Selepas pengumuman tersebut, acara berlanjut dengan pembacaan musikalitas puisi secara bergantian oleh sejumlah fungsionaris PCNU Banyuwangi. Tampak tampil di antaranya Guntur Al Badri selaku Wakil Ketua PCNU Banyuwangi, Bisri Musthofa, serta beberapa pengurus lainnya.
Meski mengusung tema besar Muharram, banyak puisi yang dibacakan tidak hanya berisi refleksi spiritual pergantian tahun, melainkan juga menghadirkan otokritik dan perenungan tentang pengabdian serta tanggung jawab dalam berhikmah di tubuh Nahdlatul Ulama.
Nuansa reflektif bercampur semangat kebersamaan menjadikan malam itu bukan sekadar menunggu keputusan rukyat, melainkan ruang bersama untuk memperkuat spiritualitas, budaya literasi, dan kecintaan terhadap organisasi.
Tepat pukul 23.00 WIB, kegiatan ditutup dengan doa bersama, lantunan Sholawat Badar, dan lagu kebangsaan Nahdlatul Ulama, Yalal Wathon. Malam pergantian tahun Hijriah di PCNU Banyuwangi pun berakhir dalam suasana teduh, penuh kebersamaan, serta semangat dakwah yang mengedepankan kedamaian dan kemaslahatan umat. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin