Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bertakziah ke Rumah Duka, Ipuk Sebut Khusnan Abadi Politisi Santun Pejuang Rakyat

Ali Sodiqin • Senin, 15 Juni 2026 | 14:00 WIB
Ipuk dan Azwar Anas takziah ke rumah Khusnan Abadi, kenang sosok politisi teladan. (banyuwangikab.go.id)
Ipuk dan Azwar Anas takziah ke rumah Khusnan Abadi, kenang sosok politisi teladan. (banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Duka atas wafatnya Khusnan Abadi masih menyelimuti masyarakat Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama suaminya, Abdullah Azwar Anas, mendatangi rumah duka di Kecamatan Genteng, Sabtu (13/6/2026), untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang sosok almarhum sebagai politisi pejuang yang selama hidupnya konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.

Di hadapan keluarga dan para pelayat, Ipuk mengungkapkan dirinya telah mengenal Khusnan sejak lama. Ia menyaksikan langsung perjalanan panjang almarhum, mulai sebagai aktivis muda hingga menjadi salah satu tokoh politik yang diperhitungkan di Banyuwangi.

“Saya mengenal beliau sejak lama. Saya melihat langsung bagaimana kegigihan perjuangan beliau, dari seorang aktivis sampai menjadi salah satu politisi terkemuka di Banyuwangi. Selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Ipuk.

Khusnan Abadi dikenal sebagai kader yang tumbuh dari lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Sejak usia muda, ia aktif di berbagai organisasi, mulai dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga dipercaya menjadi Sekretaris Cabang NU Kabupaten Banyuwangi.

Karier pengabdiannya tidak hanya berhenti di organisasi keagamaan. Khusnan juga pernah mengemban amanah sebagai komisioner KPU Banyuwangi sebelum akhirnya berlabuh ke dunia politik praktis melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Di partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang itu, Khusnan dipercaya menjadi anggota DPRD Banyuwangi. Ia bahkan mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat hingga tiga periode berturut-turut sebagai wakil rakyat.

Menurut Ipuk, perjalanan politik Khusnan menjadi bukti bahwa perbedaan pandangan tidak harus memutus hubungan baik ataupun menghilangkan etika dalam berdemokrasi.

“Selama beliau menjadi anggota dewan, kerap berseberangan pandangan dengan kami di eksekutif. Namun, perbedaan tersebut semata untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Banyuwangi. Tidak sekadar didorong oleh sentimen politik atau tendensi tertentu,” kenangnya.

Ipuk mengaku banyak belajar dari cara Khusnan menyampaikan kritik maupun pandangan politik. Meski memiliki posisi yang berbeda dengan pemerintah daerah, almarhum tetap mengedepankan argumentasi yang berbasis data dan disampaikan dengan penuh kesantunan.

“Sekeras apa pun perbedaan pandangan yang terjadi di gedung dewan, selalu disampaikan dalam kerangka akademik dan kesantunan adab,” ujar Ipuk.

Ia berharap sikap tersebut dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya para politisi muda Banyuwangi yang kini mulai terjun ke dunia politik.

“Ini perlu diteladani oleh para politisi muda Banyuwangi. Perbedaan pandangan harus selalu disampaikan dengan cara beradab dan kerangka akademik yang dapat dipertanggungjawabkan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.

“Semoga terus diberikan kesabaran dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggal. Serta mari kita doakan almarhum diterima segala amal baiknya dan diampuni segala khilafnya,” pungkas Ipuk.

Kepergian Khusnan Abadi meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan politik dan demokrasi di Banyuwangi. Dari seorang aktivis NU, penyelenggara pemilu, hingga tiga periode menjadi anggota DPRD, almarhum dikenang sebagai sosok yang teguh memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa meninggalkan nilai kesantunan dan etika dalam berpolitik. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Ipuk Banyuwangi #Khusnan Abadi #Politisi PKB #Takziah Ipuk #DPRD Banyuwangi