RADARBANYUWANGI.ID - Upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Gentengkulon, Kecamatan Genteng, untuk merealisasikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akhirnya menemukan secercah harapan. Setelah sempat terkendala keterbatasan lahan akibat status wilayah yang sudah berkembang menjadi kawasan perkotaan, kini lokasi calon pembangunan koperasi tersebut mulai mengerucut pada satu titik strategis di Dusun Maron.
Lahan eks Laboratorium Pertanian yang berada di sebelah selatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron menjadi opsi paling potensial untuk mewujudkan program nasional yang digagas pemerintah pusat tersebut. Aset yang selama bertahun-tahun tidak termanfaatkan itu kini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Gentengkulon.
Bagi desa dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi seperti Gentengkulon, mencari lahan kosong bukan perkara mudah. Hampir seluruh kawasan telah berkembang menjadi permukiman, pusat perdagangan, maupun fasilitas umum sehingga ruang untuk pembangunan baru sangat terbatas.
Kondisi itulah yang sempat membuat jajaran Pemdes Gentengkulon harus memutar otak mencari lokasi yang memenuhi syarat untuk pembangunan KDMP. Berbagai alternatif dipetakan hingga akhirnya perhatian tertuju pada lahan eks Laboratorium Pertanian yang sudah lama terbengkalai.
Kepala Desa Gentengkulon, Supandi, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah melihat potensi besar dari aset tersebut.
“Kami terus memutar otak karena mencari lahan kosong di Gentengkulon ini susahnya minta ampun. Begitu melihat potensi lahan eks laboratorium di Dusun Maron yang terbengkalai, kami langsung bergerak cepat mengajukan izin penggunaannya,” ujarnya.
Menurut Supandi, lokasi tersebut memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Selain berada di kawasan yang mudah dijangkau warga, lokasinya juga berada di dekat pusat aktivitas perkotaan Kecamatan Genteng.
“Lokasi tersebut sangat strategis, pas untuk KDMP,” katanya.
Saat ini, Pemdes Gentengkulon masih menunggu proses peninjauan dan persetujuan penggunaan lahan. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pembangunan koperasi diharapkan dapat segera dimulai sehingga operasionalnya bisa dinikmati masyarakat dalam waktu tidak terlalu lama.
“Kami sedang ajukan dan akan ditinjau. Kalau bisa akan dibangun segera supaya bisa segera beroperasi,” imbuhnya.
Diproyeksikan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Tidak hanya berfungsi sebagai kantor dan pusat aktivitas Koperasi Desa Merah Putih, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi sentra ekonomi terpadu yang mampu menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah menjadikan area tersebut sebagai lokasi relokasi pedagang sayur dari Pasar Genteng I. Jika terealisasi, aktivitas perdagangan diperkirakan akan meningkat signifikan dan menciptakan pusat perputaran ekonomi baru di wilayah Gentengkulon.
“Jadi nanti areanya akan sangat hidup. Koperasi Desa Merah Putih berdiri di sana, bersebelahan dengan pusat relokasi pedagang sayur. Ini sinergi yang bagus. Pusat perputaran ekonomi warga Gentengkulon akan semakin kuat, terpusat, dan tertata rapi,” jelas Supandi.
Keberadaan koperasi yang berdampingan dengan pusat perdagangan diyakini dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung. Koperasi berpotensi menjadi tempat akses permodalan, distribusi kebutuhan pokok, hingga pemasaran produk masyarakat.
Dekat Sentra UMKM
Nilai strategis kawasan tersebut semakin kuat karena berada di sepanjang Jalan Wahid Hasyim yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gentengkulon.
Banyak pelaku usaha makanan, minuman, hingga produk rumahan menjalankan aktivitas ekonominya di sepanjang ruas jalan tersebut. Kehadiran KDMP di kawasan itu diharapkan mampu memperluas akses layanan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing pelaku UMKM lokal.
“Banyak masyarakat yang memiliki usaha makanan dan sejenisnya di pinggiran jalan tersebut,” ujar Supandi.
Jika rencana pembangunan KDMP dan relokasi pedagang dapat berjalan sesuai target, kawasan Maron diperkirakan akan berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Kecamatan Genteng. Bukan hanya mendukung program nasional Koperasi Desa Merah Putih, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya calon lokasi yang representatif, harapan mewujudkan KDMP di Gentengkulon kini semakin dekat menjadi kenyataan. Setelah melewati berbagai tantangan keterbatasan lahan, Pemdes optimistis program tersebut akan menjadi motor penggerak ekonomi desa pada masa mendatang. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin