Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Viral! Muadzin Banyuwangi Panjat Menara Saat Listrik Padam Demi Azan

Ali Sodiqin • Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:12 WIB
Viral muadzin di Ponpes An Nurul Qodiri Banyuwangi naik menara masjid saat listrik padam demi memastikan azan Magrib tetap terdengar warga. (Instagram @genteng24jam and banyuwangi24jam
Viral muadzin di Ponpes An Nurul Qodiri Banyuwangi naik menara masjid saat listrik padam demi memastikan azan Magrib tetap terdengar warga. (Instagram @genteng24jam and banyuwangi24jam)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memunculkan kisah inspiratif dari sebuah pondok pesantren di Kecamatan Genteng. Saat pengeras suara tak berfungsi akibat listrik padam, seorang muadzin rela memanjat menara masjid demi memastikan azan Magrib tetap terdengar oleh masyarakat sekitar.

Peristiwa tersebut terjadi di Pondok Pesantren An Nurul Qodiri, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, pada Selasa (9/6/2026). Aksi sederhana namun penuh makna itu kemudian menjadi perhatian warga dan warganet karena menunjukkan semangat pengabdian yang tidak surut meski di tengah keterbatasan.

Azan Tetap Bergema Meski Listrik Padam

Pemadaman listrik dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat aktivitas mengaji Asar berlangsung di lingkungan pondok pesantren.

Pengurus Ponpes An Nurul Qodiri, Muhammad Falih Ma'isya, mengatakan hingga waktu Magrib tiba pasokan listrik belum juga kembali normal. Kondisi tersebut membuat sistem pengeras suara masjid tidak dapat digunakan seperti biasanya.

Di tengah situasi itu, seorang santri bernama Muhammad Ali mengambil inisiatif yang tidak biasa. Ia memilih naik ke salah satu menara masjid untuk mengumandangkan azan secara langsung agar suaranya bisa menjangkau warga sekitar.

"Pemadaman mulai sekitar jam 15.00 WIB saat kami ngaji Asar," ujar Falih.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena pondok pesantren tidak memiliki genset yang dapat menjadi sumber listrik cadangan saat terjadi pemadaman.

Naik Menara Demi Memanggil Jemaah

Falih menjelaskan, waktu Magrib yang telah tiba membuat para santri harus segera mencari cara agar panggilan salat tetap terdengar.

Muhammad Ali kemudian memutuskan naik ke salah satu menara kecil masjid yang memiliki ketinggian sekitar 7 hingga 8 meter.

"Naik ke atas biar orang sekitar kampung dengar," kata Falih.

Meski terlihat ekstrem, pihak pondok memastikan tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan. Jalur menuju menara memang biasa digunakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan perangkat pengeras suara.

Di kompleks masjid Ponpes An Nurul Qodiri terdapat empat menara, terdiri atas satu menara utama dan tiga menara kecil. Azan dikumandangkan dari salah satu menara kecil yang mudah diakses melalui jalur khusus.

Simbol Ketulusan dan Pengabdian

Aksi Muhammad Ali dinilai menjadi simbol ketulusan dalam menjalankan amanah sebagai muadzin. Ketika teknologi dan fasilitas tidak dapat digunakan, semangat untuk menyeru umat menuju salat berjamaah tetap dijaga.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa ibadah tidak selalu bergantung pada fasilitas modern. Di tengah keterbatasan, pengabdian dan keikhlasan tetap menjadi kekuatan utama dalam menjalankan kewajiban.

Banyak warga yang mengaku tetap dapat mendengar azan tersebut meski tanpa bantuan pengeras suara listrik. Kejadian itu pun memunculkan apresiasi terhadap dedikasi santri dan pengurus pondok pesantren.

Pemadaman Terjadi Tanpa Pemberitahuan

Falih mengungkapkan bahwa sebelum pemadaman terjadi, pihak pondok tidak menerima informasi atau pemberitahuan terlebih dahulu terkait gangguan listrik tersebut.

"Tiba-tiba pemadaman, saya mau ngaji mati lampu," ungkapnya.

Pemadaman listrik sendiri sempat dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Banyuwangi karena mengganggu aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar mengajar, usaha kecil, hingga aktivitas ibadah.

Namun di tengah kondisi tersebut, kisah seorang santri yang memanjat menara demi mengumandangkan azan justru menghadirkan pesan kuat tentang dedikasi, tanggung jawab, dan semangat melayani umat dalam situasi apa pun. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Muadzin Banyuwangi #Ponpes Kembiritan #Azan Magrib #Santri Viral #listrik padam