Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Listrik Padam Massal, Aktivitas Ekonomi Selatan Banyuwangi Lumpuh Berjamaah

Ali Sodiqin • Jumat, 12 Juni 2026 | 22:00 WIB
TERIMBAS PEMADAMAN: Salah satu cafe di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng memasang pemberitahuan tentang listrik padam. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
TERIMBAS PEMADAMAN: Salah satu cafe di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng memasang pemberitahuan tentang listrik padam. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Aktivitas ekonomi di wilayah selatan Banyuwangi tersendat serentak pada Jumat (12/6) setelah pemadaman listrik melanda sejumlah desa di beberapa kecamatan. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha, perkantoran, hingga UMKM kehilangan produktivitas selama berjam-jam dan berpotensi mengalami kerugian omzet.

Pemadaman terjadi di sejumlah wilayah yang tersebar di Kecamatan Genteng, Sempu, Glenmore, Srono, Muncar, hingga Tegalsari. Dampaknya langsung terasa pada berbagai sektor usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan operasional harian.

Pantauan di lapangan menunjukkan denyut ekonomi kawasan selatan Banyuwangi melemah. Mesin kopi di kafe tidak berfungsi, komputer perkantoran mati total, sementara mesin produksi milik pelaku UMKM terpaksa berhenti beroperasi. Banyak pemilik usaha hanya bisa menunggu aliran listrik kembali normal sembari menghitung potensi pendapatan yang hilang.

Salah satu keluhan datang dari Nafil Atmaja, 25, pengelola sebuah kafe di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. Menurut dia, pemadaman listrik yang terjadi selama dua hari terakhir membuat usahanya berjalan dalam kondisi serba terbatas.

“Pengunjung terpaksa nongkrong dalam kondisi gelap dan kegerahan. Mau bagaimana lagi, mesin kopi tidak bisa jalan, kipas angin mati,” ujarnya.

Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan pelanggan, tetapi juga menekan produktivitas usaha. Bisnis yang mengandalkan peralatan elektronik praktis tidak dapat beroperasi secara normal selama pemadaman berlangsung.

Menanggapi keluhan masyarakat dan pelaku usaha, PT PLN (Persero) ULP Genteng menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang dirasakan warga. Manajer Teknik PLN Genteng, Yanu Bromo, menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan sebagai bagian dari perawatan jaringan listrik berkala.

Menurutnya, langkah tersebut bukan disebabkan gangguan mendadak, melainkan upaya menjaga keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang. Perawatan jaringan dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan yang lebih besar di kemudian hari.

“Kami sedang melakukan perawatan jaringan listrik berkala di wilayah-wilayah tersebut. Langkah ini krusial untuk mengantisipasi gangguan yang lebih besar di masa mendatang. Kami memohon maaf dan mengupayakan proses pemeliharaan ini bisa selesai secepat mungkin agar aktivitas warga kembali normal,” tegas Yanu.

PLN mengklaim telah menerjunkan tim teknis secara maksimal guna mempercepat proses pemeliharaan. Perusahaan berharap pasokan listrik dapat segera pulih sehingga aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah selatan Banyuwangi kembali bergerak normal.

Meski demikian, bagi sebagian pelaku usaha, pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam tetap menjadi tantangan serius. Selain mengurangi kenyamanan pelanggan, kondisi tersebut juga berisiko menggerus pendapatan harian yang menjadi penopang usaha kecil dan menengah di daerah. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#PLN Genteng #perawatan jaringan #banyuwangi selatan #pelaku usaha #listrik padam