RADARBANYUWANGI.ID – Tumpukan sampah yang masih kerap ditemukan di aliran sungai menjadi perhatian serius Polsek Cluring. Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, jajaran kepolisian bersama TNI, pemerintah desa, warga, dan pegiat lingkungan turun langsung membersihkan kawasan sungai di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jumat (12/6).
Aksi yang dimulai sejak pukul 07.30 itu bukan sekadar kegiatan seremonial. Polsek Cluring ingin mengirim pesan kuat kepada masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai, merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari keteladanan.
Dipimpin langsung Kapolsek Cluring AKP Putu Ardana, kegiatan bakti sosial tersebut melibatkan sedikitnya 25 peserta dari berbagai unsur. Mereka bergotong royong menyisir bantaran hingga aliran sungai untuk mengangkat sampah yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kelancaran aliran air.
Menurut AKP Putu Ardana, momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi kesempatan bagi kepolisian untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung.
“Sebagai aparat negara kami juga harus memberikan teladan kepada masyarakat, khususnya dalam hal menjaga lingkungan,” ujarnya.
Kapolsek menegaskan bahwa persoalan sampah di sungai tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Dibutuhkan kesadaran kolektif masyarakat agar kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai, dapat dihentikan.
Karena itu, kegiatan bersih-bersih sungai sengaja melibatkan berbagai elemen masyarakat. Selain membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi agar warga semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan sungai, tetapi juga bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan contoh kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Selama hampir dua jam, para peserta membersihkan area aliran sungai yang melintasi Desa Benculuk. Sampah-sampah yang ditemukan kemudian dikumpulkan dan diangkut agar tidak kembali mencemari lingkungan.
AKP Putu menambahkan, aksi sosial tersebut juga menjadi upaya menumbuhkan kembali budaya gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
“Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat serta memelihara budaya gotong royong,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Cluring berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya dimaknai sebagai perayaan institusi kepolisian, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan. Ketika aparat, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, sungai yang bersih dan lingkungan yang sehat bukan lagi sekadar harapan, melainkan dapat menjadi budaya yang terus dijaga. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin