RADARBANYUWANGI.ID - Komitmen Bank Jatim untuk hadir di tengah masyarakat kembali dibuktikan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). CSR bank milik Pemprov Jatim ini diarahkan untuk membantu kegiatan dan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan warga.
Tahun ini Bank Jatim menyerahkan bantuan berupa rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) untuk 10 keluarga serta satu unit mobil layanan keliling bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi. Penyaluran dua program CSR tersebut dilakukan di Pendapa Sabha Swagata Banyuwangi Jumat (12/6).
Disaksikan Bupati Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati (Wabup) Mujiono beserta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Banyuwangi, Perwakilan Bank Jatim memberikan secara simbolis bantuan bedah rumah untuk 10 rumah warga Banyuwangi dan mobil pelayanan adminduk lengkap dengan komponen yang pendukungnya.
Direktur Keuangan dan Treasury Bank Jatim Wahyukusumo Wisnubroto mengatakan, bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Banyuwangi. Menurutnya, program bedah rumah diharapkan mampu menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi penerimanya, sedangkan mobil layanan keliling akan memperluas jangkauan pelayanan administrasi kependudukan.
Hal itu juga menjadi wujud nyata sinergi antara dunia perbankan dan pemkab dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus kualitas pelayanan publik. “Bantuan yang kami berikan ada dua, yaitu RTLH agar masyarakat bisa hidup lebih sejahtera, aman, dan nyaman, serta mobil layanan yang diharapkan membantu pelayanan pembuatan dokumen kependudukan. Sifat bantuan ini memang kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dari aspek sosial dan pelayanan,” ujar Wahyu.
Wahyu menambahkan, dokumen kependudukan menjadi kebutuhan dasar yang harus mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, Bank Jatim berharap fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat nyata, terutama bagi warga yang selama ini mengalami kendala dalam mengakses layanan administrasi.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut baik dukungan yang diberikan Bank Jatim. Menurutnya, bantuan RTLH akan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum. “Sasarannya nanti akan kami koordinasikan dengan dinas terkait untuk menentukan 10 titik yang memang membutuhkan. Bantuan seperti ini sangat membantu karena kemampuan anggaran pemerintah daerah juga terbatas,” kata Ipuk.
Dia menilai kolaborasi bersama lintas sektor menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Kehadiran mobil layanan Dispendukcapil, misalnya, diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil maupun penyandang disabilitas yang selama ini kesulitan datang ke kantor pelayanan. “Dengan kendaraan yang lebih kecil dan fleksibel, kami berharap Dispendukcapil bisa lebih mudah menyasar masyarakat di wilayah terluar maupun kelompok rentan sehingga kebutuhan administrasi kependudukan mereka dapat terpenuhi,” tambahnya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Bank Jatim Banyuwangi Ni Gusti Ayu Putu Sri Lestari menegaskan bahwa penyaluran CSR tersebut merupakan bentuk komitmen Bank Jatim dalam mendukung program-program strategis Pemkab Banyuwangi.
Menurutnya, hubungan kolaboratif yang selama ini terjalin baik menjadi landasan bagi Bank Jatim untuk terus menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui dua program tersebut, Bank Jatim tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan daerah. “Pemberian CSR ini merupakan wujud kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi dan Bank Jatim,” tandasnya. (fre/sgt)
Editor : Sigit Hariyadi