Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Egrang hingga Selodoran Tampil di Festival Memengan Banyuwangi 2026

M Ksatria Raya • Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
PERMAINAN TRADISIONAL: Para siswa SD bermain lompat tali pada Festival Memengan di RTH Maron pada Juli 2025 lalu. (Dok. Radar Banyuwangi)
PERMAINAN TRADISIONAL: Para siswa SD bermain lompat tali pada Festival Memengan di RTH Maron pada Juli 2025 lalu. (Dok. Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi kembali menghidupkan denyut permainan tradisional di tengah dominasi gawai. Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi akan menggelar Festival Memengan pada 25 Juli 2026 sebagai upaya konkret melestarikan budaya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan anak pada perangkat digital.

Festival yang mengusung tema “Rukun Sama Teman” ini menjadi ruang edukatif sekaligus rekreatif bagi ratusan siswa sekolah dasar (SD) dari seluruh penjuru Banyuwangi. Sebanyak lebih dari 700 siswa dari 25 kecamatan dipastikan ambil bagian dalam gelaran tahunan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Banyuwangi melalui Kasi Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) SD, Erpandi, menyebut persiapan kegiatan terus dimatangkan, termasuk pemilihan lokasi acara yang dinilai harus mampu menampung kebutuhan ruang luar dan dalam.

“Festival ini akan diikuti siswa SD dari berbagai sekolah di Banyuwangi,” ujar Erpandi.

Festival Memengan tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga panggung ekspresi budaya. Para peserta akan tampil dalam parade mengenakan pakaian adat, sekaligus memainkan beragam permainan tradisional yang merepresentasikan identitas masing-masing kecamatan.

Sedikitnya 25 jenis permainan tradisional akan ditampilkan dalam festival tahun ini. Mulai dari egrang, selodoran, hingga permainan khas daerah lainnya yang selama ini mulai jarang dijumpai dalam keseharian anak-anak.

“Setiap kecamatan membawakan permainan yang berbeda,” kata Erpandi, menegaskan keberagaman konten budaya yang akan ditampilkan dalam festival tersebut.

Tidak hanya parade utama, Festival Memengan juga akan diramaikan lomba permainan tradisional serta kompetisi video kreatif bertema permainan rakyat. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam format yang lebih dekat dengan dunia digital mereka, namun tetap berakar pada budaya lokal.

Tahun ini, penyelenggaraan Festival Memengan juga dikemas lebih atraktif. Panitia merancang konsep perpaduan koreografi tari dengan atraksi permainan tradisional, mirip dengan pendekatan artistik yang pernah ditampilkan dalam Banyuwangi Ethno Carnival (BEC).

“Festival Memengan tahun ini akan kita buat berbeda dalam koreo tari sambil melakukan permainan seperti yang ada di acara Banyuwangi Ethno Carnival,” imbuh Erpandi.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Festival Memengan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan strategi pendidikan karakter berbasis budaya. Nilai kebersamaan, sportivitas, kreativitas, dan interaksi sosial menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.

Di tengah derasnya arus teknologi dan gawai, Festival Memengan hadir sebagai ruang alternatif agar anak-anak tetap mengenal permainan tradisional yang sarat nilai edukatif. Pemkab Banyuwangi berharap kegiatan ini menjadi jembatan antara budaya masa lalu dan tantangan masa depan generasi muda. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Festival Memengan #Budaya Lokal #Dispendik banyuwangi #Permainan Tradisional #siswa sd