RADARBANYUWANGI.ID – Bangunan Pasar Banyuwangi secara fisik telah berdiri megah dan hampir siap digunakan. Namun, para pedagang yang saat ini masih menempati Gedung Wanita harus bersabar lebih lama. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi belum akan membuka operasional pasar sebelum seluruh catatan teknis yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan pengunjung benar-benar diselesaikan.
Target pembukaan pasar dipatok pada Juli mendatang. Waktu tersebut dinilai strategis karena berdekatan dengan pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang direncanakan melintasi kawasan tengah pasar, sehingga keberadaan pasar baru diharapkan dapat mendukung wajah kota saat agenda wisata berskala nasional itu berlangsung.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno mengatakan, pemerintah masih menunggu penyempurnaan sejumlah pekerjaan sebelum pasar resmi dioperasikan.
“Targetnya mudah-mudahan Juli. Karena saat BEC nanti rencananya akan melewati area tengah pasar,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkab belum berani menetapkan tanggal pasti pembukaan. Pemerintah memilih memastikan seluruh aspek keamanan terpenuhi dibanding memaksakan penggunaan bangunan yang masih menyisakan sejumlah kekurangan.
Menurut Suratno, arahan pimpinan daerah sangat jelas, yakni tidak membuka fasilitas publik apabila masih ditemukan potensi risiko bagi masyarakat.
“Pesan pimpinan jelas, kalau memang belum siap jangan dipaksakan beroperasi. Kita menunggu respons dari pelaksana. Kalau perbaikannya cepat tentu kita optimistis,” katanya.
Saat ini proses yang berjalan masih berada pada tahap persiapan berita acara serah terima operasional. Sebelum tahapan tersebut dilakukan, Pemkab bersama tim teknis terus melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan kontraktor.
Dari hasil evaluasi, ditemukan beberapa item yang masih memerlukan penyempurnaan. Di antaranya pagar pengaman atau railing pada bagian atas bangunan yang dinilai belum cukup kokoh. Selain itu, terdapat beberapa titik area pedestrian yang elevasi lantainya belum rata sehingga berpotensi menimbulkan genangan air saat hujan.
“Misalnya railing masih goyang. Kalau nanti terjadi kecelakaan siapa yang bertanggung jawab? Kemudian ada bagian pedestrian yang bergelombang. Kalau hujan dan air menggenang tentu bisa menimbulkan masalah,” jelas Suratno.
Pemkab menilai persoalan tersebut harus segera dituntaskan sebelum pasar digunakan oleh masyarakat. Sebab, keselamatan pengunjung dan pedagang menjadi prioritas utama dalam proses penerimaan bangunan.
Apabila proses penyempurnaan berjalan lambat, Pemkab Banyuwangi akan berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pemerintah pusat untuk mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan. Mengingat proyek pembangunan pasar tersebut masih menjadi tanggung jawab pelaksana hingga seluruh kewajiban kontraktual dinyatakan selesai.
“Kami akan terus berkoordinasi agar penyempurnaan bisa segera selesai dan pasar dapat dimanfaatkan masyarakat dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Meski masih terdapat sejumlah catatan teknis, Suratno memastikan konstruksi utama pasar pada dasarnya telah selesai. Proyek tersebut merupakan pekerjaan pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) yang berkantor di Surabaya.
“Secara keseluruhan pekerjaan fisiknya sudah selesai. Kami hanya mengawal supaya penyempurnaan yang diperlukan bisa segera dituntaskan,” katanya.
Revitalisasi Gedung Inggrisan Tuntas
Di tengah proses penyempurnaan Pasar Banyuwangi, kabar berbeda datang dari proyek revitalisasi Gedung Inggrisan. Bangunan bersejarah peninggalan kolonial Inggris tersebut kini telah rampung 100 persen dan siap memasuki tahap serah terima.
Penataan lanskap taman telah selesai dikerjakan. Beragam tanaman hias menghiasi kawasan gedung sehingga memperkuat daya tarik visual salah satu bangunan cagar budaya penting di Banyuwangi tersebut.
Gedung Inggrisan kini dilengkapi 12 kamar serta sejumlah fasilitas penunjang seperti ruang rapat, musala, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), ruang genset, hingga restoran. Selain itu, terdapat pekerjaan tambahan berupa pembangunan drainase untuk mendukung fungsi kawasan secara menyeluruh.
“Revitalisasi Gedung Inggrisan sudah tuntas. Tinggal serah terima saja,” ujar salah seorang staf Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur (BPPW Jatim) Kementerian Pekerjaan Umum saat meninjau lokasi.
Rampungnya revitalisasi Gedung Inggrisan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat destinasi wisata sejarah Banyuwangi. Sementara itu, masyarakat dan pedagang kini menunggu penyelesaian tahap akhir Pasar Banyuwangi agar pusat perdagangan tersebut segera dapat difungsikan dan menjadi wajah baru aktivitas ekonomi di pusat kota. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin