Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gudang Kayu di Banyuwangi Ludes Dilalap Api, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya

Zamrozi Wahyu • Selasa, 9 Juni 2026 | 07:30 WIB
Warga bersama petugas Damkarmat gotong royong memadamkan api yang membakar gudang kayu di Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Minggu sore (7/6). (Agus Suhartono for Radar Banyuwangi)
Warga bersama petugas Damkarmat gotong royong memadamkan api yang membakar gudang kayu di Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Minggu sore (7/6). (Agus Suhartono for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Teka-teki penyebab kebakaran gudang kayu di Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, akhirnya mulai menemukan titik terang. Hasil penyelidikan sementara mengarah pada aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan tidak jauh dari lokasi gudang sebelum api membesar dan menghanguskan bangunan tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu sore (7/6) itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp15 juta.

Gudang yang terbakar diketahui milik Puji Asmono, 56, warga Desa Sidorejo. Saat kejadian berlangsung, pemilik gudang tidak berada di lokasi karena sedang menjaga anggota keluarganya yang sakit di Rumah Sakit Al Huda.

Kondisi gudang yang kosong membuat kobaran api tidak segera diketahui oleh pemiliknya. Beruntung, warga sekitar lebih dulu melihat tanda-tanda kebakaran dan berupaya melakukan penanganan darurat sebelum petugas datang.

Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh dua tetangga korban, yakni Slamet dan Sumari. Keduanya melihat kepulan asap yang muncul dari arah gudang kayu sekitar pukul 15.30 WIB.

Curiga terjadi sesuatu, mereka langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya. Saat tiba di tempat kejadian, api diketahui sudah membesar dan mulai melahap bagian gudang.

“Kedua saksi kemudian memberi tahu masyarakat setempat untuk gotong royong memadamkan api dengan alat seadanya. Ada pula warga yang melapor ke Polsek Purwoharjo dan petugas Damkarmat,” ujar Agus.

Warga sekitar pun bergerak cepat membantu memadamkan kobaran api menggunakan peralatan yang tersedia sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Sekitar pukul 16.00 WIB, personel kepolisian bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) dari Sektor Srono dan Bangorejo tiba di lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

“Proses memadamkan api menggunakan dua mobil pemadam dari Sektor Srono dan Bangorejo,” kata Agus.

Setelah melakukan olah tempat kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi, polisi menduga kuat sumber api berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan di area belakang gudang beberapa jam sebelum kebakaran terjadi.

Menurut Agus, sekitar pukul 11.00 WIB terdapat pegawai yang melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar lokasi gudang. Sampah hasil pembersihan kemudian dibakar di area yang tidak jauh dari bangunan penyimpanan kayu tersebut.

Setelah api pembakaran sampah dianggap padam, lokasi ditinggalkan sekitar pukul 15.00 WIB. Namun diduga masih terdapat bara yang kemudian kembali menyala akibat tiupan angin dan kondisi lingkungan yang kering.

“Ada pegawai bersih-bersih dekat lokasi gudang, sampahnya dibakar tidak jauh dari gudang kemudian sekitar pukul 15.00 ditinggal pulang,” terangnya.

Bara api yang tersisa diduga merambat ke material mudah terbakar di sekitar gudang hingga akhirnya memicu kebakaran besar.

“Api itu menjalar tertiup angin dalam kondisi lingkungan yang kering hingga merembet ke gudang,” imbuh Agus.

Petugas Damkarmat Sektor Bangorejo Sugiono membenarkan bahwa pihaknya mengerahkan lima personel serta dua unit mobil pemadam kebakaran dari Sektor Srono dan Bangorejo untuk mengendalikan kobaran api.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena banyaknya material kayu yang mudah terbakar di dalam area gudang. Petugas harus memastikan seluruh titik api benar-benar padam agar tidak kembali menyala.

Setelah berjibaku selama kurang lebih empat jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan lokasi dinyatakan aman dari bara maupun potensi kebakaran susulan.

“Sekitar pukul 19.30 penanganan dinyatakan selesai,” ujar Sugiono.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di musim kemarau atau saat kondisi lingkungan kering. Bara api yang tampak padam sering kali masih menyimpan potensi kebakaran apabila tidak dipastikan benar-benar mati sebelum ditinggalkan.

Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Namun kerugian yang dialami pemilik gudang menjadi pelajaran bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada kerusakan besar. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kebakaran gudang #Gudang Kayu #Damkarmat Banyuwangi #bakar sampah #purwoharjo