RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kecamatan Genteng menghadirkan terobosan baru dalam pelayanan publik dengan cara yang tidak biasa. Berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi, kecamatan tersebut meluncurkan program SIKIA (Siaga Kebakaran dan Identitas Anak) yang menggabungkan edukasi keselamatan dengan layanan administrasi kependudukan bagi anak usia dini.
Program yang mengusung slogan "Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran, Pulang Bawa KIA!" itu menyasar seluruh siswa Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kecamatan Genteng. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga langsung memperoleh Kartu Identitas Anak (KIA) secara gratis.
Inovasi ini lahir dari evaluasi Pemerintah Kecamatan Genteng terhadap masih rendahnya kepemilikan KIA di kalangan anak-anak usia dini. Padahal, dokumen tersebut menjadi salah satu identitas resmi yang penting dalam administrasi kependudukan.
Camat Genteng Khoirul Hidayat mengatakan, program SIKIA dirancang untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus, yakni meningkatkan kesadaran akan pentingnya dokumen kependudukan dan membangun pemahaman anak-anak mengenai kesiapsiagaan menghadapi kebakaran sejak dini.
"Yang mendasari kegiatan ini adalah masih rendahnya cakupan kepemilikan KIA di Kecamatan Genteng," ujarnya.
Khoirul yang baru sekitar satu bulan menjabat sebagai camat menilai pendekatan pelayanan publik perlu dikemas lebih kreatif agar mudah diterima masyarakat. Karena itu, proses pengurusan administrasi yang selama ini identik dengan urusan formal sengaja dipadukan dengan kegiatan edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Menurutnya, konsep tersebut diharapkan mampu menarik minat orang tua maupun lembaga pendidikan untuk lebih aktif mengurus identitas kependudukan anak.
"Konsep Anak Datang, Belajar, Bermain, Pulang Bawa KIA sengaja dipilih agar menarik minat para orang tua dan pihak sekolah untuk berpartisipasi aktif," katanya.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Kantor Kecamatan Genteng. Anak-anak diajak mengenal berbagai aspek keselamatan melalui edukasi kebakaran yang disampaikan langsung oleh petugas pemadam kebakaran.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pengalaman mengikuti simulasi evakuasi saat terjadi kebakaran sehingga memahami langkah-langkah penyelamatan diri sejak usia dini.
Kegiatan semakin menarik dengan adanya Fun Experience Damkar, yakni kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan armada dan peralatan pemadam kebakaran. Melalui pendekatan praktik dan permainan, materi keselamatan diharapkan lebih mudah dipahami dan diingat.
Di saat yang sama, petugas Dispendukcapil Banyuwangi memberikan layanan penerbitan Kartu Identitas Anak sehingga peserta dapat langsung membawa pulang dokumen tersebut setelah mengikuti kegiatan.
Khoirul optimistis kolaborasi lintas instansi ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan cakupan kepemilikan KIA di wilayah Genteng.
Selain mempercepat pelayanan administrasi, program tersebut juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya identitas kependudukan sejak usia dini sekaligus menanamkan budaya tanggap bencana kepada generasi muda.
"Ada edukasi kebakaran, simulasi evakuasi, fun experience damkar, hingga layanan KIA. Kami berharap melalui program ini target cakupan KIA di Genteng bisa melonjak drastis," pungkasnya.
Melalui SIKIA, Kecamatan Genteng mencoba menghadirkan wajah baru pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat. Bukan sekadar membagikan kartu identitas, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membekali anak-anak dengan pengetahuan penting tentang keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. (sas/aif)
Editor : Ali Sodiqin