Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pantai Lampon Banyuwangi Dikepung Sampah Misterius, Puluhan Kresek Berisi Popok dan Limbah Rumah Tangga Disembunyikan di Semak

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 6 Juni 2026 | 00:00 WIB
Petugas Kecamatan Pesanggaran melakukan pembersihan di sekitar Pantai Lampon di Desa/Kecamatan Pesanggaran, Jumat (5/6). (Suryono for Radar Banyuwangi)
Petugas Kecamatan Pesanggaran melakukan pembersihan di sekitar Pantai Lampon di Desa/Kecamatan Pesanggaran, Jumat (5/6). (Suryono for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Keindahan Pantai Lampon di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, yang selama ini dikenal sebagai salah satu spot terbaik menikmati matahari terbenam mendadak tercoreng. Puluhan kantong sampah berukuran besar ditemukan sengaja disembunyikan di balik rerimbunan rumput dan semak-semak di sekitar kawasan wisata tersebut. Temuan itu tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menebarkan bau menyengat yang sempat membuat warga curiga.

Destinasi wisata yang selama ini menjadi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah itu nyaris berubah menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Tumpukan limbah yang diduga sengaja dibuang oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut ditemukan tersebar di sejumlah titik di sekitar pantai dan jalur menuju pintu masuk kawasan wisata.

Kasus itu pertama kali terungkap setelah warga yang melintas di sekitar Pantai Lampon mencium aroma tidak sedap yang berasal dari area semak-semak. Awalnya, warga mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan atau sampah yang terbawa arus laut.

Namun setelah dilakukan penelusuran, mereka justru menemukan puluhan kantong kresek berukuran besar yang ditata dan disembunyikan di balik rumput liar sehingga tidak mudah terlihat oleh pengunjung.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pemerintah kecamatan karena dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan sekaligus merusak citra destinasi wisata yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Pesanggaran.

Petugas Kecamatan Pesanggaran, Suryono, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai keberadaan tumpukan sampah tersebut pada Kamis (5/6).

“Ada informasi banyak temuan sampah di pantai dan jalan menuju pintu masuk Pantai Lampon,” ujarnya.

Didominasi Limbah Rumah Tangga dan Popok Bayi

Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan berbagai jenis sampah rumah tangga yang telah dimasukkan ke dalam kantong plastik berukuran besar.

Isinya cukup beragam, mulai dari limbah rumah tangga sehari-hari, sisa makanan, plastik bekas, hingga tumpukan popok bayi sekali pakai yang sudah menimbulkan bau menyengat.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa sampah sengaja diangkut dari kawasan permukiman kemudian dibuang secara ilegal di area wisata untuk menghindari pengelolaan sampah yang semestinya.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas kecamatan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pembersihan.

“Begitu menerima laporan dari warga terkait adanya tumpukan sampah itu, kami bergerak cepat ke lapangan untuk pembersihan dan pemusnahan,” kata Suryono.

Proses pembersihan dilakukan dengan mengangkut seluruh kantong sampah yang ditemukan di sekitar pantai dan jalur akses wisata. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan semakin meluas sekaligus menghilangkan bau tidak sedap yang mengganggu pengunjung.

Ancam Citra Wisata Sunset Andalan Banyuwangi

Pantai Lampon selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di wilayah selatan Banyuwangi. Pantai yang memiliki panorama laut lepas dan tebing alami tersebut menjadi magnet wisatawan, terutama saat sore hari ketika matahari mulai terbenam.

Keindahan sunset di Pantai Lampon bahkan menjadi daya tarik utama yang selalu diburu wisatawan maupun pecinta fotografi.

Karena itu, keberadaan tumpukan sampah di kawasan wisata dinilai sangat merugikan. Selain mencemari lingkungan, kondisi tersebut berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung.

Suryono menyayangkan tindakan oknum yang dengan sengaja membuang sampah di area wisata.

“Pantai Lampon ini punya daya tarik sunset yang luar biasa dan selalu dinanti para pengunjung. Kalau lingkungannya kotor dan bau, tentu wisatanya bisa mati,” tegasnya.

Menurut dia, menjaga kebersihan kawasan wisata merupakan tanggung jawab bersama. Apalagi Pantai Lampon telah menjadi salah satu aset penting yang mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

Menjelang Tradisi Petik Laut

Temuan sampah liar tersebut juga menjadi perhatian karena terjadi menjelang pelaksanaan tradisi Petik Laut yang rutin digelar masyarakat pesisir Pesanggaran.

Kegiatan budaya dan religi tersebut biasanya mampu menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah untuk datang ke Pantai Lampon dan sekitarnya.

Pemerintah kecamatan berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan agar pelaksanaan tradisi tahunan tersebut tidak terganggu oleh persoalan sampah.

“Kami mengimbau masyarakat dan para pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Sebentar lagi ada kegiatan petik laut, jangan sampai terganggu dengan keberadaan sampah,” pungkas Suryono.

Pemerintah Kecamatan Pesanggaran juga mengingatkan bahwa membuang sampah sembarangan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengancam keberlangsungan sektor wisata yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Lampon, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi faktor penting agar destinasi unggulan Banyuwangi tersebut tetap lestari dan nyaman dikunjungi. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#wisata Pantai Pesanggaran #Pantai Lampon Banyuwangi #Sampah di Pantai Lampon #Pantai Lampon tercemar #Petik Laut Pesanggaran