Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Indonesia Masuki Era Aging Population, Pemkab Banyuwangi Tampung Aspirasi Lansia Lewat Rembug Tahunan

Ali Sodiqin • Jumat, 5 Juni 2026 | 07:29 WIB
Pemkab Banyuwangi menggelar Rembug Lansia untuk menyerap aspirasi warga lanjut usia di tengah meningkatnya jumlah lansia dan era aging population. (banyuwangikab.go.id)
Pemkab Banyuwangi menggelar Rembug Lansia untuk menyerap aspirasi warga lanjut usia di tengah meningkatnya jumlah lansia dan era aging population. (banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) menjadi tantangan baru bagi pemerintah daerah dalam menyusun arah pembangunan. Menyadari perubahan struktur demografi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat kebijakan pembangunan yang inklusif dengan melibatkan kelompok lansia secara langsung melalui forum Rembug Lansia.

Forum yang digelar rutin setiap tahun itu menjadi ruang dialog antara pemerintah dan para lansia untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta harapan mereka terhadap layanan publik dan pembangunan daerah. Masukan yang dihimpun kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pemerintah ke depan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada kelompok usia produktif. Lansia juga harus mendapat perhatian karena jumlahnya terus bertambah dan memiliki kebutuhan yang semakin kompleks.

“Indonesia sudah memasuki era aging population. Maka Rembug Lansia menjadi tahapan penting untuk mendengarkan langsung kebutuhan, masukan, dan harapan para lansia tanpa perantara,” ujar Ipuk.

Menurutnya, perubahan komposisi penduduk harus direspons dengan kebijakan yang tepat agar kualitas hidup lansia tetap terjaga. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa layanan kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga fasilitas publik dapat diakses dengan mudah oleh kelompok lanjut usia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase penduduk lansia berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 telah mencapai 11,97 persen. Angka tersebut menandakan Indonesia telah memasuki fase penuaan penduduk atau aging population, yakni kondisi ketika proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas terus meningkat secara signifikan.

Kondisi tersebut membawa konsekuensi terhadap arah kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Pemerintah dituntut menghadirkan program yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin kualitas hidup kelompok usia lanjut.

“Perubahan struktur demografi tersebut membawa sejumlah konsekuensi terkait kebijakan daerah. Rembug ini agar kita melakukan intervensi yang tepat dan terarah,” kata Ipuk.

Rembug Lansia Banyuwangi tahun 2026 digelar pada 3 Juni lalu dan dihadiri berbagai unsur organisasi lansia serta pemangku kepentingan daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Forum itu diikuti perwakilan berbagai organisasi lansia, di antaranya Yayasan Gerontologi Abiyoso, Komunitas Senam LTK Banyuwangi, Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI), Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI), hingga Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45.

Dalam forum tersebut, para peserta menyampaikan berbagai usulan yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup lansia. Aspirasi yang muncul tidak hanya menyangkut pelayanan kesehatan, tetapi juga kebutuhan sosial dan psikologis para lanjut usia.

Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono memastikan seluruh masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus rujukan dalam penyusunan program pembangunan daerah.

“Aspirasi Bapak-Ibu lansia akan kami jadikan bahan perencanaan pembangunan, khususnya untuk meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga akses terhadap fasilitas umum yang ramah lansia,” ujar Suyanto yang akrab disapa Yayan.

Salah satu usulan yang mengemuka datang dari perwakilan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), A. Sugianti. Dia mengusulkan program Sahabat Lansia Sebatang Kara berupa kegiatan anjangsana atau kunjungan rutin kepada lansia yang hidup seorang diri.

Program tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kesepian dan keterasingan sosial yang kerap dialami lansia tanpa pendamping keluarga.

“Kami juga berharap ada program Cerita Ingatan Jiwa, sebagai ruang berbagi pengalaman hidup sekaligus mempererat kebersamaan melalui kegiatan makan bersama para lansia,” ujarnya.

Usulan itu mendapat perhatian karena selain berfungsi sebagai sarana silaturahmi, kegiatan tersebut juga dapat menjadi media menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan para lanjut usia.

Di sisi lain, peserta forum juga memberikan apresiasi terhadap berbagai program yang selama ini telah dijalankan Pemkab Banyuwangi. Salah satunya disampaikan Sudirman yang menilai sejumlah program sosial untuk lansia telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program Rantang Kasih misalnya, dinilai mampu membantu lansia sebatang kara yang hidup dalam keterbatasan ekonomi melalui penyediaan makanan bergizi secara rutin. Selain itu, layanan Posyandu Lansia dan home care juga dianggap membantu kelompok lanjut usia memperoleh akses kesehatan yang lebih mudah.

“Kami sangat menghargai Rantang Kasih, bagaimana pemkab memberikan makanan bergizi pada lansia sebatang kara yang tidak mampu. Termasuk layanan home care bagi lansia,” ungkapnya.

Selain Rembug Lansia, Pemkab Banyuwangi juga secara konsisten menggelar Rembug Anak dan Rembug Perempuan. Ketiga forum tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan partisipatif yang memberi ruang bagi kelompok masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.

Melalui pendekatan tersebut, Banyuwangi berupaya memastikan setiap kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk lansia yang kini menjadi bagian penting dalam struktur demografi daerah maupun nasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Rembug Lansia Banyuwangi #aging population Indonesia #lansia Banyuwangi #program lansia Banyuwangi #Ipuk Fiestiandani