Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kisah Haru Dyva, Santriwati Banyuwangi yang Tertahan di RS karena Biaya, Kini Bisa Pulang Berkat Baznas

Sigit Hariyadi • Jumat, 5 Juni 2026 | 02:00 WIB
Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Elly Irwan Suryanto, Perwakilan UPZ Kecamatan Banyuwangi Latipah bersama Camat Banyuwangi Andik Basuki, Sekcam Fatah Hidayat, dan Lurah Kampung Melayu Aris menyerahkan bantuan biaya pengobatan kepada pasien Dyva Ayu Wandira di RSUD Blambangan, Kamis (4/6). (Baznas Banyuwangi)
Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto, Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Elly Irwan Suryanto, Perwakilan UPZ Kecamatan Banyuwangi Latipah bersama Camat Banyuwangi Andik Basuki, Sekcam Fatah Hidayat, dan Lurah Kampung Melayu Aris menyerahkan bantuan biaya pengobatan kepada pasien Dyva Ayu Wandira di RSUD Blambangan, Kamis (4/6). (Baznas Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Setelah sempat diliputi kecemasan karena tidak mampu melunasi biaya perawatan di rumah sakit, Dyva Ayu Wandira, 18, akhirnya bisa bernapas lega. Santriwati Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, itu diperbolehkan pulang dari RSUD Blambangan pada Kamis siang (5/6) setelah seluruh biaya pengobatannya dilunasi melalui bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi.

Momen haru mewarnai kepulangan warga Lingkungan Jajang Penatu, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi tersebut. Tim Baznas Banyuwangi datang langsung ke RSUD Blambangan dengan membawa Ambulans Madani untuk menjemput Dyva dari ruang rawat inap.

Rombongan dipimpin Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto bersama Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Elly Irwan Suryanto, staf bidang distribusi Muhit, dan Ridho. Mereka didampingi perwakilan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Banyuwangi Latipah, Camat Banyuwangi Andik Basuki, Sekretaris Kecamatan Fatah Hidayat, serta Lurah Kampung Melayu Aris.

Tak hanya menjemput pasien, Baznas bersama UPZ Kecamatan Banyuwangi juga langsung menyelesaikan seluruh tanggungan biaya rawat inap yang sebelumnya menjadi beban keluarga Dyva.

Dengan selesainya pembayaran tersebut, Dyva akhirnya dapat kembali ke rumah didampingi dua kakaknya.

Berawal dari Surat Permohonan Bantuan

Kisah Dyva menjadi perhatian setelah kakaknya, Vany Ayu, mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Camat Banyuwangi dan Baznas Banyuwangi. Dalam surat itu, Vany mengaku keluarganya tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk melunasi biaya pengobatan adiknya selama menjalani perawatan di RSUD Blambangan.

Menurut Vany, kondisi keluarga mereka memang cukup memprihatinkan. Dyva sebelumnya dijemput dari Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati dalam keadaan sakit dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Ibu kami sudah meninggal dunia, sedangkan ayah menikah lagi dan tinggal di tempat lain. Karena itu, Dyva tinggal bersama saya ketika pulang dari pesantren,” ungkap Vany.

Ia mengaku sangat bersyukur atas kepedulian berbagai pihak yang membantu adiknya hingga akhirnya dapat kembali ke rumah tanpa dibebani tunggakan biaya rumah sakit.

Dana Zakat Muzakki Bantu Ringankan Beban Pasien

Ketua Baznas Banyuwangi Dwi Yanto menjelaskan bahwa bantuan biaya pengobatan untuk Dyva berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan para muzakki kepada Baznas Banyuwangi.

Menurutnya, penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana umat untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya dalam bidang kesehatan.

“Berkat kepercayaan para muzakki yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas, pasien seperti Dyva dapat terbantu untuk menyelesaikan biaya pengobatan yang nilainya cukup besar,” ujarnya.

Dwi juga menjelaskan bahwa Ambulans Madani yang digunakan untuk menjemput Dyva merupakan bantuan dari Permodalan Nasional Madani (PNM) yang selama ini dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan sosial dan kemanusiaan di Banyuwangi.

Camat Banyuwangi Apresiasi Gerak Cepat Baznas

Camat Banyuwangi Andik Basuki menyampaikan apresiasi kepada Baznas Banyuwangi yang telah bergerak cepat membantu warganya.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah kecamatan, UPZ, dan Baznas menjadi contoh nyata sinergi dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain membantu penyelesaian biaya rumah sakit, pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk melakukan pemantauan kesehatan Dyva setelah kembali ke rumah.

“Terima kasih kepada Baznas. Warga kami bisa terbantu, tanggungan biaya rumah sakit dapat dilunasi dan pasien juga dijemput menggunakan ambulans Baznas untuk pulang ke rumah,” katanya.

Kisah Dyva menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara tepat sasaran mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat kurang mampu. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, kepedulian para muzakki melalui Baznas menjadi jalan bagi Dyva untuk mendapatkan layanan kesehatan hingga akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarganya. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#biaya rumah sakit pasien miskin #Dyva Ayu Wandira #bantuan zakat Banyuwangi #baznas banyuwangi #rsud blambangan