RADARBANYUWANGI.ID – Warga di Kecamatan Tegaldlimo dan Muncar sempat dibuat resah oleh beredarnya flyer yang mengabarkan seekor macan lepas dari kawasan Taman Nasional (TN) Alas Purwo dan berkeliaran hingga mendekati permukiman penduduk.
Kabar yang menyebar cepat melalui media sosial dan grup percakapan itu memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Dalam flyer tersebut disebutkan area persebaran macan liar telah mencapai Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, yang lokasinya cukup jauh dari kawasan hutan Alas Purwo.
Namun, pihak pengelola TN Alas Purwo, kepolisian, hingga pemerintah desa memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Alas Purwo, Noviari Utami, menegaskan bahwa informasi mengenai macan lepas yang beredar di media sosial tidak memiliki dasar fakta dan tidak pernah dilaporkan oleh petugas di lapangan.
“Hoaks itu,” tegas Noviari saat dikonfirmasi, Rabu (4/6).
Menurut dia, flyer tersebut dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan hingga kini tidak diketahui sumber maupun pembuatnya.
Macan di Alas Purwo Bukan Macan Loreng
Noviari menjelaskan, satwa predator yang hidup di kawasan TN Alas Purwo adalah macan tutul Jawa, bukan harimau loreng sebagaimana gambar yang ditampilkan dalam flyer yang beredar.
Ia menilai ilustrasi dalam flyer tersebut justru menunjukkan minimnya pemahaman pembuat informasi terhadap satwa yang hidup di kawasan konservasi tersebut.
“Di Alas Purwo memang ada macan tutul Jawa, tetapi bukan seperti gambar yang beredar. Habitatnya berada di kawasan hutan yang dalam dan sangat jarang terlihat,” ujarnya.
Menurut Noviari, macan tutul Jawa merupakan satwa liar yang cenderung menghindari manusia. Hewan tersebut tidak akan mendekati kawasan permukiman selama habitat alaminya tidak terganggu.
“Kalau melihat manusia, biasanya justru menjauh. Mereka takut dan menghindari kontak dengan manusia,” jelasnya.
Karena itu, ia memastikan tidak ada laporan maupun indikasi adanya macan liar yang keluar dari kawasan Alas Purwo dan masuk ke wilayah permukiman warga seperti yang ramai diperbincangkan.
Polisi Pastikan Tidak Ada Laporan Macan Berkeliaran
Pernyataan serupa disampaikan Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun.
Menurutnya, hingga saat ini tidak ada satu pun laporan masyarakat terkait kemunculan macan liar di wilayah Kecamatan Tegaldlimo maupun daerah sekitar yang disebut dalam flyer.
“Flyer yang beredar itu hoaks. Sampai sekarang tidak ada laporan adanya macan liar berkeliaran di pemukiman warga,” tegasnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.
“Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang bersifat provokatif dan belum terverifikasi. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi,” katanya.
Kepala Desa: Mustahil Macan Sampai Sumberberas
Kepala Desa Sumberberas, Imam Gozali, juga menepis kabar yang menyebut macan liar berkeliaran di wilayahnya.
Menurut dia, jarak Desa Sumberberas dengan kawasan TN Alas Purwo mencapai sekitar 22 kilometer. Untuk mencapai desa tersebut, satwa liar harus melewati sejumlah wilayah permukiman dan beberapa desa lain di Kecamatan Tegaldlimo.
“Tidak ada macan lepas dan sangat mustahil kalau ada. Lokasinya jauh sekali dari Alas Purwo,” ujarnya.
Imam bahkan menilai isu tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat karena dianggap tidak masuk akal.
Berbeda dengan isu kemunculan pocong yang sempat viral beberapa waktu lalu dan membuat warga benar-benar waspada hingga aparat kepolisian melakukan patroli malam.
“Kalau flyer pocong dulu memang sempat membuat masyarakat heboh. Kalau yang macan ini banyak yang menganggap hanya angin lalu,” katanya sambil tertawa.
Dengan nada bercanda, Imam juga menyebut istilah “macan lepas” sebenarnya kurang tepat.
“Masyarakat tidak ada yang memelihara macan, jadi tidak ada istilah macan lepas. Kalau di hutan ya memang macannya lepas semua karena tidak ada yang memelihara,” ujarnya.
Warga Tidak Terlalu Menanggapi
Di tingkat masyarakat, isu tersebut juga tidak menimbulkan kepanikan berarti.
Nanang, salah seorang warga Desa Sumberberas, mengaku banyak warga bahkan tidak mengetahui adanya flyer yang beredar di media sosial.
Kalaupun mengetahui, mayoritas warga tidak terlalu mempercayainya karena dinilai tidak logis.
“Tidak jelas siapa yang membuat flyer itu. Di masyarakat juga tidak sampai gempar. Beda dengan isu pocong yang sempat ramai beberapa waktu lalu,” katanya.
Menurutnya, masyarakat lebih memilih menjalankan aktivitas seperti biasa karena tidak pernah melihat ataupun mendengar adanya kemunculan satwa liar di sekitar desa.
Waspadai Hoaks yang Menebar Ketakutan
Kasus flyer macan lepas ini menjadi pengingat bahwa penyebaran informasi palsu masih menjadi ancaman serius di era media sosial.
Informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan mudah memicu keresahan, terutama jika menyangkut keselamatan masyarakat.
Karena itu, pihak TN Alas Purwo, kepolisian, dan pemerintah desa mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pengecekan fakta sebelum mempercayai atau meneruskan informasi yang beredar di media sosial.
Masyarakat diminta menjadikan sumber resmi pemerintah, aparat keamanan, maupun lembaga terkait sebagai rujukan utama untuk memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga saat ini, tidak ada laporan maupun bukti mengenai macan liar yang keluar dari kawasan TN Alas Purwo dan berkeliaran di wilayah permukiman Kecamatan Tegaldlimo maupun Muncar. Informasi yang beredar dipastikan merupakan kabar bohong atau hoaks. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin