Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Musim Giling Tebu Dimulai, Truk Mogok di Gumitir Ganggu Arus Banyuwangi-Jember

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:11 WIB
TKP: Jajaran Unit Lantas Polsek Kalibaru melakukan pengamanan jalan raya kawasan Gunung Gumitir, tepatnya di Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Selasa malam (2/6). (ARIES for Radar Banyuwangi)
TKP: Jajaran Unit Lantas Polsek Kalibaru melakukan pengamanan jalan raya kawasan Gunung Gumitir, tepatnya di Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Selasa malam (2/6). (ARIES for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Jalur nasional penghubung Banyuwangi-Jember di kawasan Gunung Gumitir kembali mengalami gangguan lalu lintas. Sebuah truk bermuatan penuh tebu mendadak mogok setelah mengalami patah as roda belakang saat melintasi tanjakan di Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Selasa malam (2/6).

Insiden yang terjadi di salah satu titik rawan jalur Gumitir itu langsung memicu antrean kendaraan dari dua arah. Posisi truk yang berhenti di badan jalan membuat ruang gerak kendaraan lain menjadi sangat terbatas, terutama di ruas jalan yang dikenal sempit, berkelok, dan memiliki medan menanjak.

Beruntung, respons cepat dilakukan aparat kepolisian. Jajaran Unit Lalu Lintas Polsek Kalibaru segera turun ke lokasi begitu menerima laporan adanya kendaraan mogok yang berpotensi memicu kemacetan panjang.

Kanit Lantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto mengatakan, petugas langsung melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas untuk menghindari lumpuhnya akses transportasi di jalur strategis tersebut.

“Kami langsung menerjunkan personel ke tempat kejadian perkara begitu menerima laporan. Mengingat posisi truk yang mengalami patah as roda belakang cukup mengganggu jalan, kami menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas secara bergantian,” ujarnya, Rabu (3/6).

Jalur Penghubung Banyuwangi-Jember Nyaris Lumpuh

Jalur Gumitir merupakan akses utama yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dengan Kabupaten Jember. Setiap hari, ribuan kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik melintasi kawasan tersebut.

Karena itu, gangguan sekecil apa pun di ruas jalan ini dapat berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.

Kondisi semakin rumit karena truk yang mengalami kerusakan membawa muatan tebu dalam jumlah besar. Kendaraan tidak dapat segera dipindahkan lantaran kerusakan terjadi pada komponen vital roda belakang.

Akibatnya, sebagian badan jalan tertutup dan kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas di jalur yang tersisa.

Petugas kepolisian pun terpaksa menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup untuk menjaga arus kendaraan tetap bergerak dan mencegah kemacetan total.

Polisi Siaga Hingga Perbaikan Selesai

Menurut Aries, personel kepolisian berjaga penuh di lokasi hingga proses evakuasi dan perbaikan kendaraan selesai dilakukan.

Langkah tersebut diambil demi menjaga Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di kawasan yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi bagi pengguna jalan.

“Anggota kami berjaga di lokasi hingga proses perbaikan selesai siang ini,” katanya.

Keberadaan petugas di lapangan juga membantu mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas yang bisa terjadi akibat penyempitan badan jalan dan antrean kendaraan di jalur menanjak.

Musim Panen Tebu, Risiko Kendaraan Berat Meningkat

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas pengangkutan hasil panen tebu dari berbagai wilayah di Banyuwangi dan sekitarnya menuju pabrik gula.

Memasuki musim giling, jumlah kendaraan angkut tebu yang melintas di jalur Gumitir diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa bulan ke depan.

Karena itu, kepolisian memberikan perhatian khusus kepada para pengusaha armada maupun pengemudi truk agar lebih memperhatikan kondisi kendaraan sebelum beroperasi.

Aries mengingatkan bahwa kerusakan teknis pada kendaraan berat tidak hanya merugikan pemilik armada, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Cek kelaikan kendaraan, terutama bagian vital seperti roda dan as, guna mengantisipasi kejadian serupa yang bisa membahayakan pengguna jalan lain,” tegasnya.

Pengguna Jalan Diminta Lebih Waspada

Selain mengingatkan operator angkutan tebu, polisi juga mengimbau masyarakat yang melintasi jalur Gumitir untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pasalnya, selama musim panen berlangsung, intensitas kendaraan bermuatan berat dipastikan meningkat sehingga risiko gangguan lalu lintas maupun kecelakaan juga ikut bertambah.

Pengendara diminta menjaga jarak aman, tidak memaksakan menyalip di tikungan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi kawasan pegunungan tersebut.

Jalur Gumitir selama ini dikenal sebagai salah satu ruas jalan dengan karakteristik ekstrem di Jawa Timur. Selain memiliki tanjakan panjang dan tikungan tajam, beberapa titik juga berada di tepi jurang dan kawasan hutan.

Karena itu, disiplin berkendara dan kesiapan kendaraan menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan selama melintas di jalur penghubung Banyuwangi-Jember tersebut.

Insiden truk tebu patah as roda ini kembali menjadi pengingat bahwa kondisi teknis kendaraan harus menjadi perhatian utama, terutama bagi armada angkutan berat yang setiap hari melintasi jalur-jalur rawan seperti Gumitir. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#truk tebu mogok #patah as roda #kemacetan Kalibaru #jalur gumitir banyuwangi #gunung gumitir