RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara, Polresta Banyuwangi mulai menggerakkan kembali budaya ronda malam melalui lomba Sistem Keamanan Lingkungan (Satkamling). Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi antarpos kamling, tetapi juga menjadi langkah serius membangun kembali kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan.
Polresta Banyuwangi menilai keberadaan Satkamling masih menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di tingkat lingkungan dan permukiman warga.
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan melalui Kasat Binmas Kompol Basori Alwi mengatakan, lomba Satkamling sengaja digelar untuk menghidupkan kembali budaya ronda yang mulai berkurang di sejumlah wilayah.
“Satkamling menjadi ujung tombak keamanan lingkungan. Karena itu kami ingin partisipasi masyarakat terus meningkat,” ujar Basori.
Budaya Ronda Dinilai Mulai Berkurang
Menurut Basori, perubahan pola hidup masyarakat membuat aktivitas ronda malam di beberapa lingkungan sempat vakum. Padahal, keberadaan Satkamling memiliki peran penting sebagai sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Melalui lomba tersebut, Polresta Banyuwangi ingin membangun kembali kesadaran warga bahwa keamanan lingkungan tidak bisa hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Ini untuk mengaktifkan kembali Satkamling yang sebelumnya pernah vakum, sehingga masyarakat mampu ikut berperan dalam menjaga kondusifitas wilayah,” ungkapnya.
Selain menjaga keamanan, Satkamling juga dinilai menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarmasyarakat. Aktivitas ronda malam diyakini mampu memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan warga di tingkat kampung dan desa.
Penilaian Lomba Tidak Sekadar Pos Kamling
Dalam pelaksanaannya, lomba Satkamling tidak hanya menilai kondisi fisik pos ronda. Polresta Banyuwangi juga melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan lingkungan yang diterapkan masing-masing wilayah.
Beberapa aspek yang menjadi penilaian antara lain kelengkapan pos kamling, administrasi, jadwal ronda, kesiapan sarana dan prasarana, hingga keterlibatan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
Keaktifan masyarakat menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian lomba tersebut. Sebab, keberhasilan Satkamling dinilai bukan dari megahnya bangunan pos ronda, tetapi sejauh mana sistem keamanan berjalan efektif di lingkungan warga.
“Kelengkapan administrasi, jadwal ronda hingga keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penilaian,” terang Basori.
Jadi Momentum Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Momentum HUT Ke-80 Bhayangkara tahun ini juga dimanfaatkan Polresta Banyuwangi untuk memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat.
Menurut Basori, terciptanya situasi keamanan yang kondusif tidak dapat dilakukan sendiri oleh aparat penegak hukum. Dukungan masyarakat tetap menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas wilayah.
Karena itu, Polresta Banyuwangi berharap lomba Satkamling dapat menjadi pemicu lahirnya kembali budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat modern saat ini.
“Harapannya budaya gotong royong dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan bisa terus terjaga,” katanya.
Satkamling Dinilai Masih Efektif Cegah Gangguan Kamtibmas
Di tengah perkembangan teknologi keamanan modern, keberadaan Satkamling dinilai tetap relevan dan efektif untuk mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Keberadaan warga yang aktif melakukan ronda malam mampu mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor, aksi pencurian rumah kosong, hingga gangguan keamanan lainnya.
Selain itu, sistem ronda juga dinilai efektif mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masyarakat.
Karena itu, Polresta Banyuwangi berharap semangat menjaga keamanan lingkungan dapat terus tumbuh, tidak hanya saat momentum lomba berlangsung, tetapi menjadi budaya yang terus dipertahankan masyarakat.
Dengan keterlibatan aktif warga, situasi keamanan lingkungan di Banyuwangi diharapkan tetap aman, nyaman, dan kondusif menjelang HUT Ke-80 Bhayangkara maupun dalam kehidupan sehari-hari. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin