Program ASN Banyuwangi Berbagi Saat Idul Adha Salurkan 32 Sapi dan 159 Kambing hingga Pelosok Desa
RADARBANYUWANGI.ID – Ribuan warga miskin di Banyuwangi kembali merasakan manfaat program sosial aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Banyuwangi. Pada momentum Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, para ASN kompak menggalang solidaritas dengan membagikan ratusan hewan kurban kepada masyarakat prasejahtera hingga pelosok desa.
Total sebanyak 191 hewan kurban berhasil dihimpun dan disalurkan. Rinciannya terdiri atas 32 ekor sapi dan 159 ekor kambing yang dibagikan langsung kepada warga miskin melalui masjid, musala, hingga penyembelihan mandiri oleh para ASN.
Program tersebut merupakan bagian dari gerakan sosial ASN Banyuwangi Berbagi yang rutin digelar setiap tanggal cantik seperti 1 Januari (1.1), 2 Februari (2.2), hingga 3 Maret (3.3). Khusus pada momentum Idul Adha kali ini, program charity diarahkan pada pembagian daging kurban bagi masyarakat kurang mampu.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, program ASN Banyuwangi Berbagi sengaja dirancang sebagai gerakan gotong royong sosial yang melibatkan ASN dan berbagai elemen masyarakat.
“Biasanya pada tanggal cantik kami belanja sembako untuk keluarga prasejahtera dan bayi stunting. Khusus momen Idul Adha ini kami membagikan daging kurban agar bisa menambah konsumsi protein masyarakat,” ujar Ipuk.
Menurut Ipuk, gerakan berbagi tersebut tidak hanya bertujuan membantu kebutuhan pangan warga miskin, tetapi juga memperkuat semangat solidaritas sosial di lingkungan ASN Banyuwangi.
Distribusi hewan kurban dilakukan dengan berbagai pola. Sebagian hewan kurban diserahkan ke masjid dan musala untuk disembelih bersama masyarakat. Sebagian lainnya dipotong langsung oleh para ASN sebelum dagingnya dibagikan kepada warga kurang mampu.
“Terima kasih kepada seluruh ASN dan berbagai pihak yang ikut berpartisipasi pada Banyuwangi Berbagi Kurban ini,” imbuhnya.
Program sosial tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan hewan kurban.
Bagi para ASN, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan. Banyak di antara mereka merasa bahagia karena dapat berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
Salah satunya diungkapkan Arif Fauzy, karyawan Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi. Meski telah berkurban di lingkungan rumahnya, Arif tetap ikut patungan bersama rekan-rekan kantornya untuk membeli hewan kurban tambahan.
“Alhamdulillah bisa terus ikut berbagi. Bareng teman-teman kami patungan membeli dua ekor kambing untuk diserahkan ke warga desa. Melihat mereka bahagia, kami jadi ikut senang,” katanya.
Hal serupa disampaikan Putri, ASN yang juga ikut berpartisipasi dalam program tersebut. Menurutnya, kebahagiaan terbesar justru muncul saat melihat warga menerima bantuan daging kurban dengan penuh syukur.
“Sedekah dari teman-teman dikumpulkan akhirnya kami bisa beli kambing untuk diberikan ke warga kurang mampu. Memang tidak seberapa, tapi melihat mereka happy menerima pemberian kami ini sangat membahagiakan kami,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat program kurban ASN Banyuwangi adalah Nur Hariri, pengurus Musala sekaligus TPQ Nuris Shibyan di Desa Banjar, Kecamatan Licin. Wilayah tersebut diketahui menjadi salah satu desa prioritas dalam program penanganan kemiskinan Banyuwangi.
Nur Hariri mengaku bersyukur karena masyarakat di lingkungannya kembali mendapatkan bantuan daging kurban dari program ASN Banyuwangi Berbagi.
“Alhamdulillah, semoga menjadi pahala dan berkah bagi para ASN Banyuwangi,” ujarnya.
Program sosial berbasis gotong royong tersebut selama ini menjadi salah satu model penguatan solidaritas sosial di Banyuwangi. Tidak hanya melibatkan pemerintah, program itu juga mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dan komunitas untuk membantu warga kurang mampu secara berkelanjutan.
Melalui momentum Idul Adha, Pemkab Banyuwangi berharap nilai berbagi, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. (*)
Editor : Ali Sodiqin