Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harlah ke-80 Muslimat NU Banyuwangi Meriah, Ribuan Kader Siap Perkuat Dakwah dan Sosial

M Ksatria Raya • Senin, 25 Mei 2026 | 05:38 WIB
PENGANUGERAHAN PEMENANG: Pengawas koperasi An Nisaa Muslimat NU Banyuwangi Hj Desi Prakasiwi menyerahkan piala kepada pemenang lomba hadrah dalam puncak peringatan HUT ke-80 Muslimat NU di Banyuwangi Park, Minggu (24/5). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
PENGANUGERAHAN PEMENANG: Pengawas koperasi An Nisaa Muslimat NU Banyuwangi Hj Desi Prakasiwi menyerahkan piala kepada pemenang lomba hadrah dalam puncak peringatan HUT ke-80 Muslimat NU di Banyuwangi Park, Minggu (24/5). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Ribuan kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memadati Ballroom Banyuwangi Park, Kecamatan Kabat, Minggu (24/5). Mereka hadir dalam resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU Banyuwangi yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Perayaan delapan dekade organisasi perempuan NU tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum itu menjadi penanda panjangnya perjalanan dakwah, pendidikan, hingga pengabdian sosial Muslimat NU di tengah masyarakat Banyuwangi.

Suasana harlah berlangsung semarak sejak pagi. Lantunan selawat, penampilan kasidah, hingga tabligh akbar membuat ribuan jamaah Muslimat NU larut dalam nuansa religius dan kekeluargaan.

Acara tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Masruroh Wahid, anggota DPRD Banyuwangi Desi Prakasiwi, jajaran PCNU Banyuwangi, serta para pengurus dan kader Muslimat NU dari berbagai kecamatan di Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Ipuk menegaskan peran Muslimat NU sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurut dia, jaringan Muslimat yang menjangkau hingga pelosok desa selama ini turut membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Semoga Muslimat semakin menguatkan kita bersama untuk umat dan negara Indonesia serta bisa menjadikan bangsa yang bermartabat dan mampu berdiri di kaki sendiri,” ujarnya.

Ipuk juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muslimat NU dalam bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan. Menurutnya, keberadaan kader Muslimat di tengah masyarakat menjadi kekuatan besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Banyuwangi.

“Semoga kita terus mampu berkarya dan bermanfaat bagi bangsa, negara, Banyuwangi, serta generasi masa depan,” katanya.

Ketua PC Muslimat NU Banyuwangi Istianah menjelaskan, sebelum resepsi puncak harlah digelar, pihaknya terlebih dahulu mengadakan rangkaian kegiatan pra-harlah. Kegiatan tersebut meliputi lomba dai, paduan suara, hingga cerdas cermat yang diikuti perwakilan dari 25 kecamatan se-Banyuwangi.

“Dalam lomba Pra-harlah setiap kecamatan mengirimkan 25 peserta sehingga total ada sekitar 625 orang serta didampingi 2.500 ibu-ibu Muslimat yang menjadi suporter,” ujarnya.

Rangkaian pra-harlah tersebut digelar di Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi dan menjadi ajang mempererat silaturahmi antarkader Muslimat NU dari berbagai wilayah.

Istianah menambahkan, pelaksanaan harlah tahun ini dilakukan secara swadaya oleh para kader dengan dukungan para donatur. Semangat gotong royong dan kecintaan terhadap NU disebut menjadi alasan utama para anggota rela iuran secara mandiri demi menyukseskan acara.

“Dalam kegiatan Harlah ini ibu-ibu Muslimat iuran sendiri dan transportasi juga biaya masing-masing saking cintanya mereka kepada NU,” katanya.

Ia berharap di usia yang ke-80 tahun, Muslimat NU Banyuwangi semakin maju dan mampu menjadi pelopor perempuan Islam yang aktif membangun masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudzi berharap Muslimat NU terus memperkuat kiprah organisasi tidak hanya dalam bidang dakwah, tetapi juga pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

“Muslimat terus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di Banyuwangi serta memberikan manfaat kepada umat serta berkualitas dalam berkhidmat di NU,” ungkapnya.

Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Masruroh Wahid menyebut Muslimat NU merupakan organisasi perempuan yang memiliki semangat perjuangan dan kemandirian tinggi.

Menurut dia, Muslimat NU selama ini tidak hanya berperan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga aktif menjaga nilai keilmuan, peradaban, dan perjuangan perempuan dalam kehidupan sosial.

“Hari ini (kemarin) kita patut bersyukur karena dijadikan perempuan yang menghargai keilmuan, peradaban serta berani tegak mandiri untuk menegakkan kebenaran dan keadilan itulah Muslimat NU,” pungkasnya.

Harlah ke-80 Muslimat NU Banyuwangi sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi perempuan terbesar di lingkungan NU tersebut untuk terus memperkuat peran sosial, pendidikan, dan dakwah di tengah dinamika masyarakat modern. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#PC Muslimat NU Banyuwangi #Harlah Muslimat NU Banyuwangi #Muslimat NU 80 tahun #Muslimat NU Jawa Timur #Ipuk Fiestiandani