RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, Pemerintah Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, justru menunjukkan langkah inovatif dalam membangun infrastruktur desa. Tak bergantung sepenuhnya pada dana pemerintah, desa tersebut memilih berkolaborasi dengan pihak perkebunan untuk mempercepat pembangunan jalan menuju wilayah terpencil.
Hasilnya, proyek pavingisasi jalan utama menuju Dusun Darungan kini mulai terealisasi. Jalan sepanjang kawasan perkebunan tebu itu menjadi akses vital bagi ratusan warga yang selama ini harus berjibaku dengan kondisi jalan rusak untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bagi sekitar 300 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Darungan, jalan tersebut bukan sekadar akses penghubung biasa. Jalur selebar tiga meter yang diapit hamparan kebun tebu itu menjadi “urat nadi” utama menuju pusat pemerintahan desa, fasilitas kesehatan, hingga akses pendidikan anak-anak sekolah.
Kini, wajah jalan itu mulai berubah. Permukaan yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui terutama saat musim hujan, perlahan menjadi lebih layak dan nyaman berkat proyek pavingisasi hasil kolaborasi Pemerintah Desa Tegalharjo dengan pihak perkebunan.
Kepala Desa Tegalharjo, Andrik Tri Waluyo, mengatakan pembangunan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghentikan pembangunan desa. Menurut dia, komunikasi dan kemitraan dengan pihak ketiga menjadi solusi efektif di tengah pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
“Ini kerja sama antara kami dan kebun, kami berkolaborasi lewat skema kemitraan yang solid,” ujarnya.
Andrik menjelaskan, proyek pavingisasi jalan sempat menghadapi tantangan serius akibat fluktuasi anggaran imbas kebijakan efisiensi nasional. Namun, pihak desa memilih mencari jalan keluar daripada menunda pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Menurut dia, kondisi jalan yang rusak selama ini cukup menyulitkan warga, terutama untuk aktivitas ekonomi dan mobilitas harian. Karena itu, pihaknya berinisiatif menggandeng manajemen perkebunan tebu yang juga memanfaatkan jalur tersebut untuk aktivitas operasional.
“Kalau tidak ada solusi, kasihan warga yang setiap hari harus melewati jalan rusak. Maka, kami berinisiatif merangkul pihak perkebunan setempat. Alhamdulillah, mereka merespons sangat baik karena jalan ini juga berdampak pada mobilitas ekonomi,” katanya.
Kolaborasi tersebut dinilai memberi dampak ganda. Tidak hanya mempermudah akses masyarakat desa, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas perkebunan dan distribusi hasil pertanian warga.
Lebih jauh, pembangunan jalan itu diprediksi turut mendorong pertumbuhan sektor wisata di Kecamatan Glenmore. Pasalnya, jalur Dusun Darungan merupakan akses utama menuju sejumlah destinasi wisata alam yang mulai dikenal wisatawan.
Salah satu destinasi yang paling diuntungkan adalah Air Terjun Coklak. Selama ini, akses menuju lokasi wisata tersebut cukup menantang karena kondisi jalan yang rusak dan berlubang.
“Sekarang akses wisatawan yang mau berkunjung ke Air Terjun Coklak jauh lebih mudah dari sebelumnya,” ujar Andrik.
Tak hanya wisata air terjun, jalur tersebut juga menjadi akses menuju basecamp pendakian Gunung Raung via Coklak. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, potensi kunjungan wisatawan dan pendaki diperkirakan akan meningkat signifikan.
“Pendakian Gunung Raung juga bisa lewat sini. Dengan akses menuju basecamp yang nyaman dan aman, kami optimistis roda perekonomian warga di sektor wisata dan perkebunan akan berputar lebih cepat,” tandasnya.
Keberhasilan Pemdes Tegalharjo membangun infrastruktur lewat kolaborasi dengan pihak swasta dinilai menjadi contoh menarik di tengah keterbatasan fiskal daerah. Model kemitraan semacam ini membuka peluang percepatan pembangunan desa tanpa harus sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Di sisi lain, pembangunan akses jalan yang lebih layak juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Dusun Darungan, terutama dalam hal akses pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi berbasis wisata dan pertanian lokal. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin