RADARBANYUWANGI.ID - Kondisi arus lalu lintas di jalur arteri menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, akhirnya kembali normal, kemarin (23/5). Setelah sempat lumpuh akibat antrean panjang kendaraan logistik selama beberapa hari terakhir, aktivitas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk kini mulai kembali lancar seiring membaiknya cuaca di perairan Selat Bali.
Sebelumnya, antrean kendaraan terutama truk logistik mengular sejak Rabu malam (20/5) hingga Jumat (22/5). Cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi di Selat Bali membuat operasional kapal penyeberangan terganggu. Dampaknya, ribuan kendaraan tertahan di sejumlah titik menuju pelabuhan.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin menunjukkan situasi berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya. Jalur menuju Pelabuhan Ketapang tampak lengang tanpa kepadatan berarti. Arus kendaraan dari arah Situbondo maupun pusat Kota Banyuwangi bergerak normal.
Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) dan dermaga MB 4 juga kembali berjalan stabil. Kapal-kapal penyeberangan terlihat hilir mudik melayani keberangkatan dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk tanpa kendala cuaca signifikan.
Meski kondisi lalu lintas sudah berangsur normal, dampak penumpukan kendaraan dari hari-hari sebelumnya masih dirasakan para sopir truk logistik. Mereka tetap harus mengantre cukup lama sebelum mendapat giliran masuk kapal.
Abdullah, sopir truk pengangkut gipsum asal Gresik, mengaku perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang berlangsung lancar. Namun, dia tetap membutuhkan waktu berjam-jam untuk bisa menyeberang ke Bali karena antrean kendaraan logistik belum sepenuhnya terurai.
“Perjalanan menuju Ketapang berlangsung lancar. Meski lancar, saya tetap membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa menyeberang. Saya antre dari tadi pagi sampai sore baru bisa menyeberang karena menunggu antrean truk yang tertahan waktu macet sebelumnya,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Andri, sopir truk bermuatan beton asal Surabaya. Dia mengatakan antrean kendaraan logistik masih cukup panjang meski kondisi lalu lintas di jalur arteri sudah kembali normal.
“Saya tiba tadi pagi di Pelabuhan Ketapang dari Surabaya, ini baru bisa nyebrang waktu sore karena nunggu antrean,” katanya.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko Kurniansjah menyebut pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mengurai kepadatan kendaraan selama cuaca buruk melanda Selat Bali dalam beberapa hari terakhir.
Menurut dia, optimalisasi kantong parkir menjadi salah satu langkah utama untuk menjaga sirkulasi kendaraan tetap bergerak dan mencegah kemacetan semakin parah di jalur menuju pelabuhan.
“Langkah yang dilakukan adalah memaksimalkan pemanfaatan kantung parkir untuk terus kami maksimalkan. Memang kondisinya penuh, tetapi sirkulasi tetap berjalan. Kapasitasnya sekitar 400 kendaraan lebih,” ujarnya.
ASDP juga terus memantau perkembangan cuaca di perairan Selat Bali guna memastikan operasional penyeberangan tetap aman dan lancar. Dengan kondisi cuaca yang mulai membaik, arus distribusi logistik dari Jawa menuju Bali diharapkan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.
Kepadatan di Pelabuhan Ketapang sendiri menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan salah satu akses utama distribusi barang dan mobilitas kendaraan antarprovinsi Jawa–Bali. Ketika penyeberangan terganggu, dampaknya langsung dirasakan sektor logistik hingga distribusi kebutuhan pokok. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin