RADARBANYUWANGI.ID – Cuaca buruk yang mengganggu aktivitas penyeberangan di Selat Bali memicu antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang. Di tengah potensi lumpuhnya jalur utama Banyuwangi–Situbondo, Satlantas Polresta Banyuwangi bergerak cepat menerapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas selama 24 jam penuh untuk mengurai kepadatan.
Puluhan personel kepolisian diterjunkan di sejumlah titik rawan penumpukan kendaraan. Fokus pengamanan dilakukan mulai jalur nasional Situbondo–Banyuwangi, kawasan akses menuju Pelabuhan Ketapang, hingga titik antrean kendaraan yang berpotensi memicu kemacetan total.
Langkah cepat tersebut dilakukan menyusul meningkatnya volume kendaraan akibat gangguan operasional penyeberangan di Selat Bali yang berdampak langsung terhadap arus kendaraan menuju pelabuhan.
Kondisi di lapangan sempat menunjukkan antrean kendaraan mengular dengan laju merayap. Truk logistik, kendaraan pribadi, bus antarkota, hingga kendaraan angkutan barang terlihat memenuhi jalur menuju kawasan pelabuhan.
Situasi tersebut berpotensi menimbulkan efek domino berupa kepadatan di ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama penghubung Banyuwangi dengan wilayah Situbondo dan sekitarnya.
Namun pengaturan intensif yang dilakukan petugas secara bertahap mulai menunjukkan hasil. Kepadatan kendaraan berangsur lebih terkendali dan arus lalu lintas perlahan kembali bergerak.
Kasat Lantas Polresta Banyuwangi AKP I Gusti Bagus Krisna Fuady mengatakan seluruh personel disiagakan penuh tanpa mengenal waktu.
Menurut dia, pola pengamanan dilakukan secara nonstop untuk memastikan antrean kendaraan tidak sampai memicu kemacetan total.
"Anggota kami standby 24 jam di jalan raya maupun pintu masuk pelabuhan untuk melakukan pengaturan dan penguraian kepadatan kendaraan," katanya.
Tak sekadar berjaga di lapangan, Satlantas juga menerapkan langkah taktis dengan memanfaatkan kantong parkir alternatif.
Kendaraan yang sebelumnya menumpuk di badan jalan diarahkan menuju area penyangga di Dermaga Bulusan.
Langkah tersebut dilakukan agar antrean tidak semakin memanjang dan mengganggu fungsi jalan nasional.
Menurut Krisna, skema itu cukup efektif menekan antrean kendaraan yang semula mengular panjang di badan jalan.
"Strategi ini terbukti efektif mengurangi antrean panjang yang sebelumnya mengular di badan jalan nasional," sebutnya.
Selain mengoptimalkan area penyangga, petugas juga menerapkan pengaturan lajur kendaraan agar arus lalu lintas tetap berjalan.
Kendaraan yang sedang mengantre diarahkan tetap berada di sisi kiri jalan. Skema tersebut diterapkan agar jalur dari arah berlawanan tetap dapat digunakan secara normal.
Dengan pola tersebut, kendaraan dari arah Situbondo menuju Banyuwangi maupun sebaliknya masih dapat bergerak meski volume lalu lintas mengalami peningkatan signifikan.
"Skema tersebut membuat jalur utama Banyuwangi–Situbondo tetap bisa difungsikan normal meski volume kendaraan meningkat akibat gangguan penyeberangan di Selat Bali," ungkapnya.
Di lapangan, petugas juga melakukan pengawasan ketat terhadap pola antrean kendaraan.
Salah satu potensi terbesar penyebab kemacetan total, menurut kepolisian, muncul ketika pengendara mencoba memotong antrean atau saling serobot jalur.
Karena itu, pengaturan dilakukan secara intensif untuk memastikan disiplin antrean tetap terjaga.
"Kami terus lakukan pengaturan agar kendaraan tidak ngeblong dan arus lalu lintas tetap bergerak," tegas Krisna.
Kondisi cuaca buruk yang berdampak terhadap aktivitas pelayaran memang kerap menimbulkan efek berantai pada akses menuju Pelabuhan Ketapang.
Saat aktivitas penyeberangan terganggu, antrean kendaraan dapat dengan cepat meluas hingga ruas jalan nasional jika tidak segera dilakukan penanganan.
Karena itu, rekayasa lalu lintas dan pengamanan lapangan menjadi langkah krusial untuk menjaga mobilitas masyarakat serta distribusi logistik tetap berjalan.
Hingga kini petugas masih bersiaga di lapangan sambil memantau perkembangan situasi penyeberangan dan kepadatan kendaraan menuju pelabuhan. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin