RADARBANYUWANGI.ID – Ancaman keselamatan mengintai pengguna jalan di jalur Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Sejumlah pohon berukuran besar yang tumbuh di sepanjang ruas jalan menuju Kecamatan Bangorejo mulai menunjukkan kondisi mengkhawatirkan. Ranting-ranting yang mengering dinilai berpotensi patah dan jatuh sewaktu-waktu, terutama saat cuaca ekstrem atau angin kencang.
Kondisi tersebut mendorong jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Gambiran turun langsung melakukan peninjauan lapangan pada Rabu (20/5). Langkah cepat itu dilakukan sebagai upaya mitigasi dini guna mencegah terjadinya insiden yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Peninjauan dilakukan bersama tokoh masyarakat dan petugas Dinas Pengairan. Hasil identifikasi awal menunjukkan sejumlah pohon membutuhkan tindakan segera berupa perempesan atau pemangkasan cabang yang telah mengering.
Staf Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Gambiran, Itnur Suyanto, mengatakan kondisi pohon yang berada di tepi jalan memang mulai memerlukan perhatian serius. Sebab, beberapa bagian pohon terutama ranting atas sudah mengalami pengeringan.
"Setelah dilakukan peninjauan bersama, pohon-pohon yang rantingnya kering akan dilakukan perempesan. Saat ini masih tahap koordinasi dan kami berupaya agar pelaksanaannya bisa segera dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Menurut Itnur, jalur Purwodadi menuju Bangorejo termasuk salah satu ruas yang dipenuhi pohon peneduh berukuran besar. Keberadaan pohon tersebut selama ini memiliki fungsi penting sebagai peneduh dan menjaga keseimbangan lingkungan. Namun, usia pohon yang semakin tua juga mulai memunculkan potensi risiko.
Ia menyebut jumlah pohon yang terindikasi memiliki ranting mengering diperkirakan lebih dari sepuluh titik. Kondisi tersebut dinilai perlu penanganan cepat agar tidak memicu kejadian membahayakan.
"Pohon yang rantingnya kering kemungkinan lebih dari sepuluh. Ini yang sedang kami petakan agar proses penanganan bisa dilakukan secara bertahap," katanya.
Potensi bahaya pohon tumbang maupun ranting patah memang menjadi perhatian khusus, terutama saat memasuki periode perubahan cuaca. Intensitas hujan yang mulai disertai angin kencang berpotensi memperparah kondisi pohon tua di sejumlah wilayah.
Selain mengancam pengendara roda dua dan roda empat, keberadaan ranting kering juga dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Jika patah mendadak dan menutup badan jalan, dampaknya bisa menimbulkan kemacetan hingga kecelakaan.
Karena itu, pemerintah kecamatan tidak ingin mengambil risiko. Namun demikian, proses pemangkasan pohon tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena memerlukan koordinasi lintas instansi.
Itnur menjelaskan perempesan pohon di kawasan jalan raya harus melalui prosedur tertentu, termasuk perizinan dari instansi terkait agar pelaksanaan tetap sesuai aturan.
"Sudah kami ajukan untuk perempesan. Rencananya nanti masyarakat setempat juga akan dilibatkan dalam pelaksanaannya," tuturnya.
Pelibatan masyarakat dinilai penting sebagai bentuk gotong royong sekaligus mempercepat proses penanganan. Selain itu, partisipasi warga diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga keselamatan lingkungan sekitar.
Langkah antisipatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat mitigasi risiko kebencanaan skala kecil yang kerap luput dari perhatian. Sebab, kasus pohon tumbang atau ranting patah saat cuaca buruk beberapa kali terjadi di berbagai wilayah dan memicu korban luka maupun kerusakan kendaraan.
Warga berharap proses pemangkasan dapat segera direalisasikan sebelum memasuki puncak musim penghujan atau cuaca ekstrem berikutnya.
Dengan percepatan penanganan tersebut, jalur Purwodadi-Bangorejo diharapkan kembali aman dan nyaman dilalui masyarakat tanpa dihantui risiko pohon tumbang maupun ranting patah yang mengancam keselamatan pengguna jalan. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin