Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Beach Forest Situbondo Raih Africa van Java Award 2026, Abah Sulaiman Sulap Lahan Kumuh Jadi Wisata Favorit

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 22 Mei 2026 | 09:02 WIB
Ketua DPRD Situbondo Mahbud Djunaidi menyerahkan penghargaan Africa van Java Award 2026 kepada Abah Sulaiman, pengelola Beach Forest Situbondo.
Ketua DPRD Situbondo Mahbud Djunaidi menyerahkan penghargaan Africa van Java Award 2026 kepada Abah Sulaiman, pengelola Beach Forest Situbondo.

RADARBANYUWANGI.ID – Berawal dari kawasan kumuh, rimbun, dan identik dengan citra negatif, sebuah lahan negara yang tak terurus di pesisir Situbondo kini berubah drastis menjadi destinasi wisata favorit. Transformasi itu mengantarkan Beach Forest Situbondo meraih penghargaan bergengsi Africa van Java Award 2026, sekaligus mengukuhkan destinasi tersebut sebagai salah satu ikon wisata baru yang tumbuh pesat di Kota Santri.

Di balik perubahan besar itu, ada sosok Mohammad Sulaiman, S.H., pria yang akrab disapa Abah Sulaiman. Berbekal mimpi yang dipupuk sejak masa kuliah, ia perlahan menghidupkan kawasan pesisir yang dulunya nyaris tak dilirik menjadi ruang wisata berbasis alam, ekonomi masyarakat, dan pemberdayaan warga.

Penghargaan Africa van Java Award 2026 menjadi penanda bahwa upaya panjang tersebut mulai mendapat pengakuan luas. Bukan hanya karena jumlah kunjungan yang terus meningkat, tetapi juga keberhasilan menghadirkan model pengelolaan wisata yang memadukan konservasi, ekonomi kerakyatan, dan keberlanjutan.

Baca Juga: Intip Pemandangan Keren dari Tol Prosiwangi, Beach Forest Situbondo Suguhkan View Ala Bali

“Saya memiliki inisiatif untuk membangun Situbondo dari bibir pantai sejak duduk di bangku kuliah,” ujar Abah Sulaiman kepada Jawa Pos Radar Situbondo.

Ambisi tersebut bukan tanpa alasan. Situbondo memiliki garis pantai panjang yang membentang sekitar 150 kilometer dari barat hingga timur. Menurutnya, potensi pesisir itu terlalu besar jika hanya dipandang sebagai kawasan biasa tanpa sentuhan pengelolaan wisata.

Perjalanan membangun Beach Forest bermula dari diskusi bersama Perhutani. Saat itu Abah Sulaiman memperoleh tawaran mengelola kawasan di sisi utara Jalan Pantura, tepatnya di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.

Namun kondisi lokasi kala itu jauh dari kata ideal.

“Dulu tempatnya kumuh, banyak hewan liar, sangat rimbun dan sering dijadikan tempat yang kurang baik. Dulu sangat negatif,” tegasnya.

Baca Juga: Libur Akhir Pekan, Intip Utama Raya Beach Banyuglugur, Wisata Pantai Strategis di Jalur Tol Prosiwangi

Alih-alih menyerah, kawasan tersebut justru dirombak total. Penataan kawasan dilakukan dengan pendekatan wisata keluarga dan aturan yang mengedepankan norma sosial serta nilai keagamaan.

“Kami mengubahnya menjadi wisata Beach Forest. Sekarang ada larangan keras melanggar norma agama dan norma hukum,” katanya.

Beach Forest resmi dibuka pada 2021. Meski usianya baru lima tahun, perkembangannya terbilang cepat.

Destinasi yang memadukan pantai pasir putih dengan kawasan rindang tersebut berhasil menempati posisi ketiga destinasi terbaik Situbondo versi penilaian libur Tahun Baru 2025.

Prestasi itu bahkan bersaing dengan destinasi yang jauh lebih dulu populer.

“Baru lima tahun bisa juara tiga dari Pasir Putih dan Utama Raya,” ujar Abah Sulaiman.

Baca Juga: Pesona Pantai Tampora Situbondo, Surga Tersembunyi Berpasir Putih di Balik Bukit Hijau

Tak hanya itu, versi Kesatuan KPH Perhutani Bondowoso-Situbondo, Beach Forest bahkan disebut menempati peringkat pertama dari total 24 objek wisata yang ada.

Menurutnya, capaian tersebut baru sebagian kecil dari potensi yang dimiliki.

“Prediksi kami, 50 tahun ke depan potensinya masih sangat bisa digali. Saat ini baru sekitar 20 persen yang dikelola,” katanya.

Salah satu daya tarik utama Beach Forest yang membuat namanya cepat dikenal ialah area camping di tepi pantai.

Konsep berkemah dengan suasana pantai dan rindangnya pepohonan menjadi magnet tersendiri, terutama bagi wisatawan luar daerah.

Sekitar 60 persen pengunjung camping diketahui berasal dari luar Situbondo seperti Bondowoso, Jember, Malang hingga Sidoarjo.

Setiap akhir pekan, tenda-tenda hampir selalu terisi.

“Setiap hari libur pasti ada yang sewa tenda untuk bermalam di Beach Forest,” katanya.

Baca Juga: Karang Kenek, Olean, Terpilih Tampil dalam Pagelaran Biennale Jatim IX

Menurut Abah Sulaiman, popularitas Beach Forest juga semakin terbantu oleh perkembangan teknologi digital.

Ia menyebut pencarian lokasi camping terbaik di Situbondo melalui mesin pencari internet kerap menampilkan Beach Forest sebagai salah satu rekomendasi teratas.

“Kalau lebih melek teknologi tinggal tanya Google saja, camping ternyaman di Situbondo,” ujarnya sambil tersenyum.

Namun di balik geliat wisata tersebut, Abah Sulaiman menilai yang paling penting adalah dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat.

Saat destinasi mulai ramai, pelaku UMKM perlahan tumbuh. Aktivitas ekonomi lokal ikut bergerak.

Ia meyakini wisata tidak hanya soal pemandangan indah, tetapi bagaimana masyarakat sekitar ikut mendapatkan manfaat.

“Begitu wisata sudah bisa dinikmati, ada hiburan, aktivitas, tentu butuh UMKM,” katanya.

Saat ini Beach Forest memiliki sebelas karyawan tetap. Layaknya tim sepak bola, setiap anggota memiliki peran masing-masing.

Namun menurutnya, membangun SDM sadar wisata jauh lebih sulit daripada membangun fasilitas fisik.

Karena itu pelatihan rutin dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan sejumlah program pengembangan dari pemerintah provinsi.

“Kami dilatih langsung oleh Dinas Pariwisata, tapi pelatihan itu mungkin hanya 20 persen. Selebihnya kreativitas diri sendiri,” katanya.

Kini, penghargaan Africa van Java Award 2026 menjadi babak baru perjalanan Beach Forest.

Bagi Abah Sulaiman, penghargaan tersebut bukan akhir, melainkan pengingat bahwa mimpi besar menghidupkan pesisir Situbondo masih jauh dari selesai.

Dari lahan terbengkalai menjadi destinasi unggulan, Beach Forest membuktikan bahwa perubahan besar terkadang bermula dari mimpi sederhana yang dijaga dengan konsisten. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#Beach Forest Situbondo #Africa van Java Award 2026 #Abah Sulaiman #wisata Situbondo #camping Situbondo