Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dua Kecelakaan Laut dalam Empat Hari di Grajagan Banyuwangi, Nelayan Diimbau Waspadai Ombak Ganas Plawangan

Ali Sodiqin • Rabu, 20 Mei 2026 | 08:00 WIB
KECELAKAAN: Para nelayan membantu evakuasi perahu yang dihantam ombak di perairan Pelawangan, Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Senin sore (18/5). (Andik for Radar Banyuwangi)
KECELAKAAN: Para nelayan membantu evakuasi perahu yang dihantam ombak di perairan Pelawangan, Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Senin sore (18/5). (Andik for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Dua kecelakaan laut terjadi hanya dalam rentang empat hari di perairan Plawangan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Insiden yang menimpa perahu nelayan lokal tersebut kembali menjadi alarm keras bagi para pencari ikan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama memasuki musim ombak tinggi di perairan selatan Banyuwangi.

Beruntung, dua peristiwa yang terjadi pada Jumat (15/5) dan Senin (18/5) itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kondisi ganasnya ombak Laut Selatan membuat aparat TNI-AL dan nelayan setempat mengingatkan pentingnya penggunaan alat keselamatan, khususnya pelampung, saat melintas di kawasan Plawangan yang dikenal ekstrem.

Komandan Pos TNI-AL Grajagan Peltu Andik Karvianyo membenarkan adanya dua kecelakaan laut tersebut. Menurut dia, kecelakaan pertama terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 15.30 WIB dan menimpa perahu nelayan milik Santoso, 37, warga setempat.

Saat itu, Santoso hendak melaut melalui jalur Plawangan. Namun nahas, mesin perahu yang ditumpanginya tiba-tiba mati ketika berada di area ombak pecah. Dalam kondisi kehilangan kendali, perahu kemudian dihantam gelombang besar hingga terbalik.

“Kondisi ombak saat itu cukup besar. Setelah perahu terbalik, pemilik bertahan di atas badan perahu sambil menunggu bantuan nelayan lain,” ujar Peltu Andik.

Santoso bertahan di tengah laut selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya sejumlah nelayan datang membantu proses evakuasi. Sekitar pukul 17.00 WIB, perahu berhasil ditarik menuju dermaga dengan bantuan nelayan sekitar.

Meski selamat, insiden tersebut membuat badan perahu mengalami kerusakan akibat terjangan ombak. Peristiwa itu juga sempat menjadi perhatian nelayan lain yang berada di sekitar Plawangan.

Belum reda kekhawatiran nelayan, kecelakaan laut kembali terjadi pada Senin (18/5). Kali ini, perahu milik nelayan bernama Rofiq mengalami kecelakaan saat hendak melintas di area Plawangan untuk pergi melaut.

Perahu gagal melewati gelombang besar yang datang tiba-tiba di jalur keluar masuk perahu nelayan. Beruntung, nelayan berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Dari dua kejadian itu tidak ada korban jiwa. Tetapi ini menjadi peringatan serius karena kondisi ombak memang sedang cukup ganas,” tegas Peltu Andik.

Menurut dia, periode Mei hingga Agustus merupakan musim dengan karakter ombak tinggi di kawasan Laut Selatan Banyuwangi. Kondisi tersebut membuat area Plawangan Grajagan menjadi salah satu titik paling berbahaya bagi aktivitas pelayaran nelayan tradisional.

Selain ombak tinggi, arus bawah laut di kawasan tersebut juga dikenal kuat dan sulit diprediksi. Karena itu, nelayan diminta benar-benar memperhatikan kondisi cuaca dan kesiapan perahu sebelum memutuskan melaut.

“Perlu perhitungan matang dan kehati-hatian ekstra saat melintas di Plawangan. Kami menganjurkan seluruh nelayan selalu menggunakan pelampung demi keselamatan,” katanya.

Imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Selama musim gelombang tinggi, kawasan Plawangan Grajagan memang kerap memakan korban kecelakaan laut, terutama bagi perahu kecil yang nekat melintas ketika kondisi ombak sedang tidak bersahabat.

Selain penggunaan pelampung, nelayan juga diminta rutin memeriksa kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum berangkat melaut. Aparat berharap langkah antisipasi itu dapat meminimalkan risiko kecelakaan laut di wilayah pesisir selatan Banyuwangi. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#laut selatan Banyuwangi #kecelakaan laut Grajagan #ombak Plawangan Banyuwangi #perahu terbalik Grajagan #nelayan banyuwangi