Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Monyet Liar Mengamuk di Permukiman Muncar Banyuwangi, Damkarmat Kesulitan Evakuasi karena Agresif

Zamrozi Wahyu • Rabu, 20 Mei 2026 | 04:30 WIB
RESAHKAN WARGA: Petugas Damakarmat evakuasi monyet di pemukiman warga Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar pada Senin (19/5). (Dok. Damkarmat Banyuwangi)
RESAHKAN WARGA: Petugas Damakarmat evakuasi monyet di pemukiman warga Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar pada Senin (19/5). (Dok. Damkarmat Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Warga Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, dibuat geger dengan kemunculan seekor monyet liar yang berkeliaran di area permukiman, Senin (19/5). Hewan tersebut bahkan sempat tersengat aliran listrik sebelum akhirnya jatuh ke tanah dan diamankan warga sekitar.

Namun situasi justru berubah mencekam setelah monyet dimasukkan ke dalam kurungan ayam berbahan bambu. Hewan liar itu menunjukkan perilaku agresif dan beberapa kali berusaha menyerang warga yang mendekat.

Karena khawatir membahayakan masyarakat, warga akhirnya meminta bantuan petugas Damkarmat Banyuwangi untuk melakukan evakuasi.

Petugas Damkarmat Banyuwangi, Muamar Kadavi, mengatakan laporan terkait kemunculan monyet liar diterima sekitar pukul 11.49 WIB.

Dalam laporan tersebut, warga menyebut monyet terjatuh setelah tersengat listrik saat berkeliaran di sekitar permukiman.

“Mendapatkan laporan itu, petugas Sektor Srono dan Brama 1 langsung bergegas menuju lokasi kejadian,” katanya.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.19 WIB. Saat itu, kondisi monyet sudah berada di dalam kurungan ayam milik warga.

Meski sudah dikurung, monyet tersebut masih sangat agresif dan terus menunjukkan perilaku menyerang. Hewan itu bahkan memperlihatkan taring panjang dan berusaha menggigit siapa saja yang mendekat.

“Monyet itu sangat agresif dan memiliki taring yang panjang dan besar,” ujar Davi.

Karena kondisi hewan yang sulit dikendalikan, petugas harus menerapkan metode evakuasi khusus agar proses penanganan berjalan aman.

Petugas menggunakan alat penjepit untuk mengamankan tiga bagian tubuh monyet, yakni kepala, tangan, dan kaki.

Selanjutnya, tali karmantel dimasukkan menggunakan pipa paralon ke dalam kurungan sebelum diikatkan ke bagian kepala monyet agar pergerakannya dapat dikendalikan.

Namun proses tersebut tidak berjalan mudah. Monyet terus memberontak dan berusaha menggigit alat maupun petugas yang melakukan penanganan.

Untuk mengantisipasi serangan, petugas kemudian melakukan pengikatan tambahan pada bagian tangan dan kaki monyet sebelum akhirnya berhasil dipindahkan ke kandang khusus milik unit Fire and Rescue Jepang.

“Dalam penanganan itu, tiga penjepit rusak akibat gigitan monyet dan tali karmantel hampir putus,” terangnya.

Lamanya proses evakuasi menunjukkan tingginya risiko penanganan satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman warga.

Petugas membutuhkan waktu berjam-jam hingga akhirnya monyet berhasil diamankan sepenuhnya sekitar pukul 16.55 WIB.

Setelah kondisi dinyatakan aman, monyet kemudian dibawa ke Markas Komando (Mako) Induk Damkarmat Banyuwangi untuk penanganan lebih lanjut.

“Monyet kami bawa ke Mako dan akan dilepasliarkan ke habitatnya,” pungkas Davi.

Kemunculan satwa liar di area permukiman warga sendiri diduga dipengaruhi perubahan habitat dan berkurangnya kawasan alami tempat hidup hewan tersebut.

Petugas mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri satwa liar yang masuk ke lingkungan permukiman karena berpotensi membahayakan keselamatan warga maupun hewan itu sendiri. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#monyet liar Banyuwangi #evakuasi monyet Muncar #monyet agresif #Dusun Muncar Tembokrejo #Damkarmat Banyuwangi