RADARBANYUWANGI.ID – Ancaman longsor yang berulang di kawasan Gunung Gumitir mendorong sejumlah elemen di Banyuwangi turun tangan melakukan penghijauan massal. Jajaran kepolisian, pemerintah desa, Perhutani, hingga lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) melakukan penanaman ratusan pohon di lereng Gunung Gumitir, Sabtu (16/5), sebagai langkah mitigasi bencana di jalur penghubung Banyuwangi–Jember tersebut.
Sebanyak sekitar 200 bibit pohon buah dan tanaman kayu keras ditanam di sejumlah titik rawan longsor. Jenis tanaman yang dipilih meliputi alpukat, durian, dan pohon keras lain yang dinilai memiliki kemampuan kuat dalam menyerap air serta memperkokoh struktur tanah di lereng pegunungan.
Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi mengatakan, aksi penghijauan itu dilakukan sebagai langkah nyata untuk menekan risiko longsor yang beberapa kali terjadi di kawasan Gumitir selama musim hujan.
“Ada sekitar 200 pohon yang ditanam. Ini merupakan upaya kami mencegah longsor di kawasan Gunung Gumitir,” ujarnya.
Menurut Junaedi, kondisi lereng Gunung Gumitir dalam beberapa bulan terakhir semakin rentan mengalami pergerakan tanah akibat tingginya curah hujan dan minimnya vegetasi penahan air di kawasan hutan lereng.
“Kami melihat tanaman pemecah air hujan dan serapan air tanah mulai minim. Karena itu kami melakukan penanaman pohon agar ke depan risiko longsor bisa ditekan,” katanya.
Gunung Gumitir selama ini dikenal sebagai salah satu jalur vital penghubung Kabupaten Banyuwangi dan Jember. Namun, medan pegunungan dengan kontur curam membuat kawasan tersebut rawan longsor ketika hujan deras mengguyur dalam waktu lama. Tidak sedikit kejadian longsor yang sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur nasional tersebut.
Karena itu, penghijauan dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat daya dukung tanah sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan pegunungan selatan Jawa Timur tersebut.
Junaedi menegaskan, kegiatan penanaman pohon tidak hanya sekadar aksi seremonial, melainkan bagian dari gerakan bersama menjaga kelestarian alam dan mencegah kerusakan lingkungan.
“Ketika kita memperhatikan alam, insya Allah alam juga akan memperhatikan kita. Itu tujuan utama kami bersama,” tuturnya.
Selain jajaran kepolisian dan pemerintah desa, kegiatan tersebut juga melibatkan unsur Perhutani serta LMDH yang selama ini aktif melakukan pengawasan kawasan hutan. Ke depan, pohon-pohon yang sudah ditanam akan terus dipantau agar tumbuh optimal.
Pihaknya memastikan proses perawatan tidak berhenti setelah penanaman selesai dilakukan. Pemantauan berkala hingga pemupukan akan dilakukan bersama masyarakat sekitar hutan.
“Nanti akan terus kami pantau agar pertumbuhan pohon bisa maksimal dan tidak rusak. Teman-teman LMDH juga akan membantu melakukan pemupukan,” jelasnya.
Penghijauan di kawasan Gumitir menjadi langkah penting di tengah meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di Banyuwangi. Selain longsor, perubahan tata guna lahan dan berkurangnya vegetasi penyangga air juga berpotensi memicu banjir dan erosi di sejumlah wilayah lereng pegunungan.
Melalui penanaman pohon tersebut, berbagai elemen berharap kawasan Gunung Gumitir tetap hijau dan aman bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas setiap hari di jalur Banyuwangi–Jember. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin