RADARBANYUWANGI.ID - Aksi cepat kembali ditunjukkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi. Tak hanya berjibaku memadamkan kebakaran, petugas juga turun tangan membantu seorang warga yang kesulitan melepaskan cincin akibat jari manisnya mengalami pembengkakan hingga menimbulkan rasa nyeri.
Peristiwa tersebut dialami Novi, warga Desa Lemahabangkulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Dalam kondisi jari membengkak dan cincin semakin sulit dilepas, korban akhirnya meminta bantuan petugas Damkarmat demi menghindari risiko luka yang lebih serius.
Respons cepat petugas pun kembali menjadi sorotan masyarakat. Hanya dalam waktu sekitar 10 menit, cincin berhasil dipotong dan dilepaskan tanpa menyebabkan luka pada jari korban.
Jari Membengkak Saat Sakit, Cincin Tak Bisa Dilepas
Petugas Damkarmat Banyuwangi, Muamar Kadavi, menjelaskan laporan diterima sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Novi mengeluhkan kondisi jari manisnya yang membengkak sehingga cincin yang dikenakan tidak bisa dilepas secara normal.
“Korban sedang sakit dan mengalami pembengkakan pada jari manisnya,” ujar Kadavi.
Semakin lama, cincin yang melingkar di jari tersebut justru menimbulkan rasa nyeri dan dikhawatirkan menghambat aliran darah apabila tidak segera dilepas.
Karena panik dan khawatir kondisi jarinya memburuk, Novi kemudian menghubungi Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan penyelamatan.
Petugas Datang Bawa Gerinda Rings
Mendapat laporan tersebut, petugas Damkarmat Pos Srono langsung bergerak menuju rumah korban dengan membawa peralatan khusus berupa gerinda rings atau alat pemotong cincin.
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati untuk memastikan jari korban tidak terluka saat cincin dipotong.
Petugas juga harus menjaga posisi alat pemotong agar tidak mengenai kulit korban yang sudah dalam kondisi sensitif akibat pembengkakan.
“Petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pelepasan cincin menggunakan peralatan khusus,” kata Kadavi.
Cincin Berhasil Dilepas Tanpa Luka
Setelah melakukan penanganan sekitar 10 menit, cincin akhirnya berhasil dilepas dari jari korban.
Beruntung, proses evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan luka maupun cedera tambahan pada tangan Novi.
“Cincin berhasil dilepas tanpa meninggalkan bekas luka,” jelasnya.
Keberhasilan proses penyelamatan itu pun membuat korban lega setelah sempat kesulitan dan menahan rasa sakit akibat jari yang terus membengkak.
Damkarmat Banyuwangi Jadi Andalan Warga
Aksi pelepasan cincin seperti ini bukan pertama kali dilakukan Damkarmat Banyuwangi. Dalam beberapa tahun terakhir, petugas pemadam kebakaran memang semakin sering menangani berbagai operasi penyelamatan non-kebakaran.
Mulai dari evakuasi hewan liar, penyelamatan warga terkunci, hingga pelepasan cincin akibat jari bengkak menjadi bagian dari layanan cepat tanggap kepada masyarakat.
Kadavi menegaskan tugas Damkarmat tidak hanya terbatas memadamkan api, tetapi juga memberikan bantuan penyelamatan dalam berbagai kondisi darurat.
“Ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Jadi kalau ada kejadian serupa, masyarakat bisa langsung menghubungi petugas Damkarmat,” tegasnya.
Warga Diimbau Tidak Memaksakan Lepas Cincin Sendiri
Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan melepas cincin sendiri saat jari dalam kondisi bengkak. Upaya paksa justru bisa memperparah luka, menyebabkan lecet, bahkan memicu infeksi.
Jika kondisi cincin sudah terlalu ketat dan menimbulkan nyeri, warga diminta segera mencari bantuan tenaga medis atau petugas penyelamatan yang memiliki alat khusus.
Fakta Penting Evakuasi Cincin oleh Damkarmat Banyuwangi
-
Korban bernama Novi, warga Desa Lemahabangkulon, Srono
-
Jari manis korban mengalami pembengkakan saat sakit
-
Cincin tidak bisa dilepas secara normal
-
Damkarmat menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB
-
Petugas membawa alat khusus gerinda rings
-
Proses pelepasan cincin berlangsung sekitar 10 menit
-
Cincin berhasil dilepas tanpa luka
-
Damkarmat tegaskan layanan tidak hanya memadamkan kebakaran