Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cuaca Ekstrem Hantam Laut Selatan Banyuwangi, Polisi Turun Langsung Imbau Nelayan Waspada

Zamrozi Wahyu • Sabtu, 16 Mei 2026 | 03:20 WIB
HUMANIS: Kanit Satpolairud Muncar Aipda Wayan Wedhana menyampaikan imbauan kepada nelayan untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan melaut di area Pelabuhan Muncar, Jumat (15/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
HUMANIS: Kanit Satpolairud Muncar Aipda Wayan Wedhana menyampaikan imbauan kepada nelayan untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan melaut di area Pelabuhan Muncar, Jumat (15/4). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Cuaca buruk yang terus melanda Perairan Muncar dan Laut Selatan Banyuwangi mulai memicu kekhawatiran serius. Setelah dua insiden kecelakaan laut terjadi dalam sepekan terakhir, jajaran Satpolairud Polresta Banyuwangi turun langsung menemui nelayan untuk memberikan peringatan dini agar lebih waspada saat melaut.

Sosialisasi keselamatan pelayaran itu dilakukan Satpolairud Muncar pada Jumat (15/5/2026). Polisi menyisir kawasan pesisir dan mendatangi para nelayan guna mengingatkan potensi gelombang tinggi serta angin kencang yang diprediksi meningkat memasuki puncak musim cuaca ekstrem pada Juli hingga Agustus mendatang.

Langkah preventif ini dilakukan menyusul meningkatnya risiko kecelakaan laut di kawasan perairan selatan Banyuwangi yang dikenal memiliki karakter ombak tinggi dan arus kuat.

Dua Kecelakaan Laut Jadi Alarm Keselamatan Nelayan

Dalam beberapa hari terakhir, perairan Banyuwangi diterjang cuaca yang tidak menentu. Gelombang tinggi disertai angin kencang disebut mulai sering muncul secara tiba-tiba.

Kondisi itu bahkan telah memicu dua kecelakaan laut yang menjadi perhatian aparat kepolisian.

Peristiwa pertama terjadi pada Kamis lalu (7/5/2026) di Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Dua perahu nelayan dilaporkan rusak setelah dihantam ombak besar saat berada di kawasan pesisir.

Insiden berikutnya terjadi pada Rabu (13/5/2026), ketika satu perahu nelayan terbalik di Perairan Perpat, Kecamatan Tegaldlimo. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun peristiwa itu memperlihatkan tingginya risiko aktivitas melaut saat cuaca memburuk.

Ombak Bisa Capai Dua Meter

Kanit Satpolairud Wilayah Banyuwangi Selatan, Aipda Wayan Wedhana, mengatakan perubahan cuaca di laut selatan Banyuwangi memang mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, periode menjelang pertengahan tahun merupakan fase rawan bagi aktivitas pelayaran nelayan tradisional.

“Ombak dan angin mulai kencang, biasanya puncaknya pada Juli hingga Agustus,” ujarnya.

Saat insiden perahu terbalik di Perairan Perpat terjadi, tinggi gelombang disebut mencapai sekitar dua meter. Kondisi itu sangat berbahaya terutama bagi perahu nelayan berukuran kecil yang mendominasi kawasan pesisir Banyuwangi Selatan.

Polisi Imbau Nelayan Lengkapi Alat Keselamatan

Dalam sosialisasi tersebut, Satpolairud meminta para nelayan untuk lebih disiplin memeriksa kondisi kapal maupun perahu sebelum melaut.

Selain mesin dan kondisi lambung kapal, nelayan juga diminta memastikan perlengkapan keselamatan tersedia lengkap selama beraktivitas di tengah laut.

“Kami meminta nelayan membawa alat pengaman, salah satunya pelampung,” tegas Wayan.

Menurutnya, penggunaan alat keselamatan masih sering diabaikan sebagian nelayan tradisional karena dianggap merepotkan. Padahal, pelampung dan alat komunikasi darurat menjadi faktor penting saat terjadi kecelakaan di laut.

Nelayan Tetap Melaut Demi Kebutuhan Ekonomi

Meski kondisi cuaca ekstrem terus mengancam, aparat kepolisian mengaku tidak bisa melarang nelayan untuk bekerja.

Sebagian besar warga pesisir Banyuwangi menggantungkan penghasilan harian dari hasil melaut. Karena itu, pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan edukasi keselamatan dibanding pelarangan aktivitas.

“Kami tidak bisa melarang, hanya bisa mengimbau. Kalau dilarang kan ini pekerjaan mereka, kalau sudah urusan perut mau bagaimana lagi, yang penting tetap hati-hati,” kata Wayan.

Potensi Cuaca Buruk Diprediksi Masih Berlanjut

Kondisi cuaca di Laut Selatan Banyuwangi diperkirakan masih fluktuatif dalam beberapa pekan ke depan. Nelayan diminta rutin memantau prakiraan cuaca dan tidak memaksakan berlayar saat gelombang tinggi mulai muncul.

Selain itu, warga pesisir dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan pantai selatan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ombak besar dan arus balik.

Cuaca ekstrem tahunan di wilayah selatan Jawa dikenal kerap memicu kecelakaan laut, terutama pada masa peralihan musim angin timur.


Fakta Penting Cuaca Buruk di Perairan Banyuwangi

Editor : Ali Sodiqin
#kecelakaan laut Banyuwangi #ombak tinggi Laut Selatan #cuaca ekstrem Banyuwangi #nelayan banyuwangi #Satpolairud Muncar