RADARBANYUWANGI.ID – Semangat kebersamaan dan kreativitas kader Muslimat NU membuncah dalam peringatan Harlah Muslimat NU ke-80 di Banyuwangi. Ratusan kader dari berbagai kecamatan memadati Kampus Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi pada Minggu (10/5/2026) untuk mengikuti rangkaian perlombaan yang berlangsung meriah, penuh semangat, dan sarat nuansa ukhuwah nahdliyah.
Kegiatan yang digelar PC Muslimat NU Banyuwangi itu menghadirkan berbagai kompetisi mulai lomba paduan suara, pidato, hingga cerdas cermat agama. Seluruh agenda menjadi bagian dari syiar organisasi sekaligus penguatan kapasitas kader Muslimat NU di Banyuwangi.
Mengusung tema “80 Tahun Muslimat NU: Khidmat untuk Umat dan Bangsa yang Bermartabat”, kegiatan tersebut tak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum mempererat solidaritas antarkader di seluruh Banyuwangi.
Paduan Suara Jadi Lomba Paling Menyita Perhatian
Dari seluruh cabang perlombaan, lomba paduan suara menjadi agenda paling menyita perhatian peserta maupun penonton.
Sebanyak 22 PAC Muslimat NU se-Banyuwangi tampil dengan konsep dan karakter berbeda. Harmonisasi suara, kekompakan penampilan, hingga kreativitas kostum membuat suasana kompetisi terasa seperti festival paduan suara profesional.
Sorak dukungan para pendamping dan kader Muslimat NU membuat atmosfer perlombaan semakin hidup dan penuh semangat.
Tak sedikit penonton yang terpukau melihat kualitas penampilan peserta yang tampil percaya diri dengan aransemen lagu yang matang.
Sementara itu, lomba pidato dan cerdas cermat agama diikuti 25 PAC Muslimat NU dengan antusiasme tinggi.
Para peserta tampil menunjukkan kemampuan public speaking, wawasan keagamaan, hingga kecakapan menjawab persoalan keislaman dan ke-NU-an.
Hadirkan Juri Profesional
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri profesional sesuai bidang masing-masing.
Para juri berasal dari kalangan akademisi, Kementerian Agama, hingga pengasuh pondok pesantren yang memiliki kompetensi dalam bidang seni, dakwah, dan keagamaan.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari Sultan Production yang membantu penyediaan sound system serta berbagai properti pendukung kegiatan.
Dukungan tersebut membuat suasana perlombaan berlangsung lebih tertata, profesional, dan semarak.
PCNU Banyuwangi Apresiasi Soliditas Muslimat NU
Ketua PCNU Banyuwangi Achmad Turmudzi yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas dan kreativitas Muslimat NU Banyuwangi.
Menurutnya, Muslimat NU berhasil menunjukkan bahwa organisasi bukan sekadar wadah formal, tetapi juga ruang membangun kebersamaan dan energi positif di tengah masyarakat.
“Di sini terlihat bahwa berorganisasi itu menyenangkan dan berdampak pada kesehatan, baik fisik maupun spiritual. Muslimat NU terus menunjukkan kekompakan dan semangat yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menilai Muslimat NU Banyuwangi terus bergerak aktif menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan membangun semangat kaderisasi.
Kemandirian Organisasi Jadi Sorotan
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota legislatif Desi Prakasiwi yang juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Harlah Muslimat NU ke-80.
Dalam kapasitasnya sebagai pengurus Koperasi Annisa, Desi menegaskan pentingnya penguatan ekonomi organisasi demi menjaga keberlanjutan gerakan Muslimat NU.
Menurutnya, organisasi yang kuat harus memiliki kemampuan membangun kemandirian finansial.
“Melalui Annisa inilah segalanya bisa tercapai dalam kemampuan organisasi menjaga finansial diri maupun keorganisasian,” ungkapnya.
Ketua Muslimat NU Banyuwangi Apresiasi Seluruh PAC
Ketua PC Muslimat NU Banyuwangi Yayuk Istianah menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh PAC Muslimat NU se-Banyuwangi yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, seluruh peserta telah melakukan persiapan secara serius bahkan sejak berbulan-bulan sebelum perlombaan digelar.
“Kami sangat mengapresiasi semangat seluruh PAC Muslimat NU se-Banyuwangi. Mereka berlatih dengan penuh kesungguhan demi menyukseskan kegiatan Harlah Muslimat NU ke-80 ini,” ujarnya.
Daftar Juara Lomba Paduan Suara
Dalam kompetisi paduan suara, juara pertama berhasil diraih PAC Muslimat NU Kecamatan Banyuwangi.
Sementara juara kedua diraih PAC Muslimat NU Tegalsari dan juara ketiga diraih PAC Muslimat NU Kecamatan Kalipuro.
Panitia juga memberikan penghargaan juara harapan kepada:
-
PAC Muslimat NU Kecamatan Srono
-
PAC Muslimat NU Kecamatan Cluring
-
PAC Muslimat NU Kecamatan Muncar
Salah satu pengurus PAC Muslimat NU Banyuwangi, Fitri, mengaku terharu atas hasil yang diraih timnya setelah menjalani latihan panjang.
“Tidak sia-sia latihan dan kerja keras dari kami berhari-hari dan berminggu-minggu mempersiapkan lomba ini,” ungkapnya.
Jadi Ajang Silaturahmi dan Penguatan Organisasi
Selain menjadi kompetisi, rangkaian Harlah Muslimat NU ke-80 ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas antaranggota Muslimat NU di Banyuwangi.
Semangat khidmat kepada umat dan bangsa yang menjadi tema besar kegiatan terasa kuat dalam seluruh rangkaian acara.
Antusiasme peserta dan pendukung yang memenuhi lokasi kegiatan menunjukkan bahwa Muslimat NU Banyuwangi tetap menjadi salah satu organisasi perempuan terbesar dan paling aktif dalam membangun gerakan sosial-keagamaan di daerah. (*)
Editor : Ali Sodiqin