Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tes Urine 105 Warga Binaan Lapas Banyuwangi, Hasilnya Negatif Semua

Bagus Rio Rohman • Sabtu, 9 Mei 2026 | 04:00 WIB
DIGELEDAH: Aparat gabungan memeriksa seluruh kamar hunian warga binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Jumat (8/5). Petugas BNNK mengumpulkan urine milik warag bianan dan pegawai Lapas. (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)
DIGELEDAH: Aparat gabungan memeriksa seluruh kamar hunian warga binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Jumat (8/5). Petugas BNNK mengumpulkan urine milik warag bianan dan pegawai Lapas. (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi bergerak cepat memperkuat komitmen pemberantasan narkoba dan barang terlarang di dalam lapas.

Sehari setelah pelaksanaan ikrar pemasyarakatan bersih dari handphone, narkoba, dan penipuan, petugas langsung menggelar razia besar-besaran dan tes urine mendadak terhadap warga binaan maupun pegawai.

Operasi gabungan yang berlangsung Jumat (8/5) itu melibatkan aparat TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyuwangi.

Razia dilakukan secara acak di sejumlah kamar hunian warga binaan pada tiga blok berbeda.

Selama hampir dua jam, petugas gabungan menyisir seluruh sudut ruangan untuk memastikan tidak ada narkotika, handphone ilegal, maupun barang terlarang lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lapas.

Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, mengatakan keterlibatan lintas instansi menjadi langkah strategis untuk memastikan proses pengawasan berjalan transparan dan optimal.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk memantapkan komitmen menjadikan Lapas Banyuwangi benar-benar bersih dari narkoba dan barang terlarang,” ujarnya.

Menurut Solichin, pengawasan bersama aparat eksternal juga penting untuk menjaga objektivitas sekaligus memperkuat sinergi pengamanan lembaga pemasyarakatan.

Hasil Razia Nihil Narkoba dan Handphone

Dari hasil penggeledahan intensif yang dilakukan tim gabungan, petugas tidak menemukan adanya narkotika maupun perangkat handphone di dalam kamar hunian warga binaan.

Petugas hanya mengamankan beberapa barang yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

“Dari penggeledahan tadi hasilnya nihil untuk handphone dan narkoba,” tegas Solichin.

Selain penggeledahan fisik, Lapas Banyuwangi juga melaksanakan tes urine massal sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Tes urine dilakukan secara sampling terhadap 105 warga binaan dan 10 pegawai lapas.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya menjaga integritas lembaga pemasyarakatan sekaligus memastikan program pembinaan berjalan optimal.

Komitmen Bersihkan Lapas dari Halinar

Solichin menegaskan razia dan tes urine mendadak tidak akan berhenti pada satu kegiatan saja.

Pihaknya memastikan operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala untuk menutup celah masuknya barang terlarang ke dalam lapas.

Menurut dia, kondisi lapas yang aman dan bersih dari Halinar (handphone, pungli, dan narkoba) menjadi syarat penting keberhasilan pembinaan warga binaan.

“Tujuan jangka panjang kami memastikan Lapas Banyuwangi selalu dalam kondisi aman dan tertib sehingga program pembinaan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Langkah penguatan pengawasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya reformasi pemasyarakatan yang kini terus didorong pemerintah pusat.

Sinergi antara lapas, aparat keamanan, dan BNNK diharapkan mampu memperkuat pengawasan serta mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan lembaga pemasyarakatan. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#tes urine warga binaan #razia lapas Banyuwangi #pemberantasan narkoba lapas #BNNK Banyuwangi #lapas banyuwangi