Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Muskercab PCNU Banyuwangi Digelar Hari Ini, Usung Konsep Paperless di Ponpes Al Falah Purwoharjo

Syaifuddin Mahmud • Sabtu, 9 Mei 2026 | 00:30 WIB
RAPAT PERSIAPAN: Panitia teknis menggelar rapat persiapan Muskercab di Kantor PCNU Banyuwangi, tiga hari lalu. (Syaifuddin M/Radar Banyuwangi)
RAPAT PERSIAPAN: Panitia teknis menggelar rapat persiapan Muskercab di Kantor PCNU Banyuwangi, tiga hari lalu. (Syaifuddin M/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi langsung tancap gas usai dilantik sebulan lalu. Hari ini, organisasi keagamaan terbesar tersebut menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Pondok Pesantren Al Falah dengan mengusung konsep paperless atau minim penggunaan kertas.

Konsep tersebut menjadi warna baru dalam pelaksanaan Muskercab PCNU Banyuwangi tahun ini. Selain mendorong efisiensi organisasi, langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen ramah lingkungan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ketua panitia Muskercab, Agus Baihaqi, mengatakan penggunaan sistem paperless dipilih untuk mengurangi penggunaan dokumen cetak selama forum berlangsung.

“Konsep ini bertujuan meningkatkan efisiensi, menghemat biaya operasional, mempermudah akses data, serta ramah lingkungan dengan mengurangi limbah kertas,” ujarnya.

Musyawarah kerja tersebut dijadwalkan dihadiri seluruh jajaran pengurus cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC), lembaga, hingga badan otonom (banom) NU se-Banyuwangi.

Forum Muskercab menjadi agenda strategis pertama kepengurusan baru PCNU Banyuwangi untuk menyusun arah program kerja organisasi ke depan.

Agus menjelaskan, Muskercab merupakan forum tertinggi tingkat kabupaten/kota setelah konferensi cabang.

Forum ini berfungsi merumuskan, mengevaluasi, sekaligus menetapkan program kerja organisasi secara berkelanjutan agar seluruh elemen NU berjalan dalam satu arah kebijakan.

“Muskercab melibatkan pengurus cabang, lembaga, hingga badan otonom untuk memperkuat sinergi organisasi,” katanya.

Panitia juga telah menyiapkan seluruh kebutuhan forum mulai draft materi, tata tertib persidangan, hingga program kerja masing-masing lembaga dan banom.

Dengan konsep digitalisasi dokumen, peserta nantinya lebih banyak mengakses materi melalui perangkat elektronik dibanding dokumen cetak.

Langkah tersebut dinilai lebih praktis sekaligus mempercepat distribusi bahan sidang dan hasil keputusan organisasi.

Pantauan di lokasi, persiapan pelaksanaan Muskercab telah dilakukan sejak sehari sebelumnya. Panitia tampak bekerja hingga malam untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

Berbagai perlengkapan seperti backdrop, baliho, sound system, spanduk, hingga penataan ruang sidang dan panggung utama telah dipasang di area pondok pesantren.

“Kami juga mengundang PWNU Jawa Timur untuk hadir dalam kegiatan ini,” imbuh Agus.

Digelarnya Muskercab dalam waktu cepat usai pelantikan menunjukkan langkah agresif PCNU Banyuwangi dalam melakukan konsolidasi organisasi.

Selain menyusun program kerja, forum tersebut juga diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi antarlembaga dan badan otonom NU di Banyuwangi.

Konsep paperless yang diterapkan pun dinilai sejalan dengan perkembangan transformasi digital di lingkungan organisasi keagamaan.

Dengan digitalisasi dokumen, PCNU Banyuwangi ingin menunjukkan bahwa modernisasi tata kelola organisasi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai tradisi pesantren yang selama ini menjadi akar Nahdlatul Ulama. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Muskercab PCNU Banyuwangi #Ponpes Al Falah Purwoharjo #konsep paperless #Nahdlatul Ulama Banyuwangi #pcnu banyuwangi