Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perbaikan Longsor Jalur Gumitir Banyuwangi-Jember Rampung, Arus Lalu Lintas Kembali Normal

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 9 Mei 2026 | 08:00 WIB
Jajaran Unit Lantas Polsek Kalibaru saat mengecek lokasi perbaikan area longsor di perbatasan Banyuwangi dan Jember di Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Jumat (8/6). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Jajaran Unit Lantas Polsek Kalibaru saat mengecek lokasi perbaikan area longsor di perbatasan Banyuwangi dan Jember di Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Jumat (8/6). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar lega datang bagi pengguna jalan yang rutin melintas di Jalur Gumitir, perbatasan Banyuwangi dan Jember. Proyek perbaikan longsor di kawasan Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, akhirnya rampung setelah pengerjaan lebih dari sebulan.

Sejak Kamis sore (7/5), arus lalu lintas di titik longsor Kilometer (KM) 238 kembali dibuka normal tanpa sistem buka tutup seperti sebelumnya.

Pantauan di lokasi, plengsengan di sisi kiri jalur dari arah Banyuwangi telah selesai diperbaiki. Material proyek dan alat berat juga sudah dipindahkan dari badan jalan sehingga kendaraan dapat melintas lebih lancar.

Kanitlantas Polsek Kalibaru, Aries Prasetyanto, memastikan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup resmi dihentikan.

“Arus lalu lintas bisa buka normal sejak sore kemarin (Kamis),” ujarnya.

Menurut Aries, personel yang sebelumnya berjaga mengatur lalu lintas di lokasi proyek juga telah ditarik karena kondisi jalur dinilai sudah aman dan normal kembali.

“Potensi macet di lokasi itu sudah tidak ada lagi. Pekerjaan sudah rampung dan alat-alat serta material juga sudah dipindahkan,” katanya.

Selama proses pengerjaan berlangsung, titik longsor tersebut memang menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di Jalur Gumitir.

Badan jalan yang menyempit akibat proyek perbaikan membuat kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas.

“Badan jalannya terpakai cukup banyak, sampai separo jalan. Ini sering bikin jalanan macet,” tutur Aries.

Sebelumnya, longsor terjadi di dua titik kawasan Gunung Gumitir, tepatnya di KM 238+700 dan KM 237+200, atau sebelum dan sesudah Patung Gandrung dari arah Banyuwangi.

Peristiwa itu terjadi pada 8 April lalu sekitar pukul 15.00 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di perbatasan Banyuwangi-Jember.

Longsor menyebabkan plengsengan jalan ambrol dan material runtuhan sempat menutup sebagian badan jalan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun akses lalu lintas sempat terganggu karena kendaraan hanya bisa melintas secara bergantian.

Jalur Gumitir sendiri merupakan salah satu akses vital penghubung Banyuwangi dan Jember yang setiap hari dilalui kendaraan logistik, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi.

Karena itu, proses perbaikan longsor menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Kini, setelah proyek rampung, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati saat melintas di kawasan Gumitir, terutama saat cuaca buruk dan hujan deras yang rawan memicu longsor susulan.

Polisi juga mengingatkan pengendara agar memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melintasi jalur pegunungan dengan tanjakan dan tikungan ekstrem tersebut.

Normalnya kembali arus lalu lintas di Jalur Gumitir diharapkan mampu memperlancar konektivitas Banyuwangi-Jember sekaligus mengurangi antrean kendaraan yang sempat terjadi selama pengerjaan proyek berlangsung. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#longsor Gumitir #perbaikan jalan Gumitir #arus lalu lintas Banyuwangi Jember #polsek kalibaru #jalur gumitir banyuwangi