Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sapi 1,36 Ton “Max Tojo” Juara Kontes Ekstrem Tegaldlimo, Rutin Minum Jamu Empon-Empon, Harga Tembus Rp 200 Juta

Zamrozi Wahyu • Kamis, 7 Mei 2026 | 06:15 WIB
BOBOT 1,36 TON: Sapi Simmental bernama Max Tojo (kiri) dinyatakan sebagai juara 1 kontes sapi kategori ekstrem di Lapangan Kedungasri, Tegaldlimo, Rabu (6/5). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
BOBOT 1,36 TON: Sapi Simmental bernama Max Tojo (kiri) dinyatakan sebagai juara 1 kontes sapi kategori ekstrem di Lapangan Kedungasri, Tegaldlimo, Rabu (6/5). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Seekor sapi berbobot fantastis 1,36 ton mencuri perhatian dalam Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak 2026 di lapangan Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo. Sapi bernama Max Tojo itu bukan hanya keluar sebagai juara kategori ekstrem, tetapi juga ditaksir dengan harga fantastis mencapai Rp 200 juta.

Kontes sapi tahunan tersebut sekaligus mengantarkan Kecamatan Tegalsari sebagai juara umum. Dua gelar bergengsi disabet dari peternakan yang sama, Enzo Farm, menegaskan dominasi mereka di ajang prestisius tersebut.

Max Tojo, sapi jenis Simmental, tampil mencolok sejak awal penilaian. Dengan postur besar, otot padat, dan perawatan prima, sapi ini menjadi pusat perhatian juri hingga tamu undangan. Bahkan Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang didapuk memilih sapi terbaik, tanpa ragu langsung menunjuk Max Tojo.

“Dari segi fisik dan performa, memang sangat menonjol,” ujar salah satu panitia kontes.

Tak hanya Max Tojo, Enzo Farm juga menyabet juara utama kategori calon kereman lewat sapi Brahman bernama Akas Timur dengan nilai 93,66. Sapi ini juga memiliki nilai jual tinggi, ditaksir sekitar Rp 100 juta.

Perawatan Premium, Minum Jamu Empon-Empon

Di balik prestasi itu, ada perawatan yang tidak biasa. Pemilik Enzo Farm, Adam Sugandha, mengungkapkan bahwa sapi kontes membutuhkan perhatian ekstra, bahkan hampir menyerupai perawatan manusia.

Salah satu kunci utama adalah pemberian jamu tradisional berbahan empon-empon (rempah-rempah) secara rutin setiap dua minggu sekali. Ramuan ini berfungsi menjaga daya tahan tubuh sekaligus mencegah serangan penyakit, terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menjadi momok bagi peternak.

“PMK itu sangat ganas dan cepat menular. Makanya kami antisipasi dengan jamu empon-empon,” jelas Adam.

Selain itu, pola makan juga dibuat khusus. Pakan berupa campuran katul, onggok, tepung jagung, air, dan tetes tebu harus dimasak terlebih dahulu sebelum diberikan.

“Comboran harus matang. Itu yang membedakan dengan sapi biasa. Biaya jelas lebih tinggi,” tambahnya.

Disiplin Tinggi, Sapi Harus “Diumbar”

Perawatan tidak berhenti di pakan. Jadwal harian sapi pun dijaga ketat. Mulai dari mandi pukul 06.00 hingga aktivitas diumbar atau diajak berjalan untuk menjaga kebugaran.

“Sapi itu mirip manusia. Tidak bisa hanya makan dan tidur di kandang. Harus bergerak supaya tidak stres,” ungkap Adam.

Langganan Juara, Tembus Nasional

Prestasi Enzo Farm tidak hanya di tingkat lokal. Mereka juga pernah meraih juara tiga dalam kontes sapi tingkat nasional di Wonosobo, Jawa Tengah. Bahkan pada April lalu, kembali mencatatkan prestasi di ajang serupa.

Adam menyebut potensi sapi kontes di Banyuwangi sangat besar, terutama di level pedet (sapi muda). Namun, ia menyayangkan banyak peternak kecil yang menjual sapi sejak dini karena tergiur harga tinggi.

“Padahal kalau dipelihara sampai besar, bisa jadi juara. Ironisnya, yang juara justru bukan peternak lokal, meski sapinya dari Banyuwangi,” katanya.

Sapi Kontes, Hobi Mahal Bernilai Tinggi

Dengan harga mencapai ratusan juta rupiah, sapi kontes bukan sekadar ternak biasa, melainkan bagian dari hobi sekaligus investasi.

“Sapi kontes itu soal hobi. Jadi wajar kalau harganya mahal,” pungkas Adam.

Keberhasilan Max Tojo menjadi simbol bahwa dengan perawatan tepat, disiplin tinggi, dan inovasi tradisional seperti jamu empon-empon, peternak lokal mampu bersaing hingga level nasional. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kontes sapi Banyuwangi #sapi ekstrem Tegaldlimo #jamu empon-empon sapi #harga sapi kontes