RADARBANYUWANGI.ID – Revolusi pertanian mulai bergerak dari sawah-sawah Situbondo. Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kini resmi memfasilitasi penggunaan drone sprayer secara gratis bagi petani untuk pemupukan dan penyemprotan tanaman padi. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan transformasi menuju smart farming berbasis teknologi digital di sektor pertanian daerah.
Program ini digulirkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi kerja petani di tengah tantangan keterbatasan tenaga dan biaya produksi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispertangan Situbondo, Quratul Aini, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pertanian modern bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
“Dispertangan memiliki satu unit drone sprayer, dan kami sudah mengumumkan kepada kelompok tani yang tersebar di 17 kecamatan agar memanfaatkan teknologi ini untuk mengoptimalkan hasil panen,” ujar Quratul Aini, Selasa (6/5/2026).
21 Kelompok Tani Sudah Daftar
Antusiasme petani terhadap inovasi ini terbilang tinggi. Hingga saat ini, sedikitnya 21 kelompok tani telah mendaftarkan diri untuk memanfaatkan layanan drone sprayer, terutama untuk lahan padi.
Namun, penggunaan teknologi ini tetap memiliki sejumlah persyaratan teknis. Kelompok tani wajib mengoordinir anggotanya dengan luas lahan minimal 5 hektare. Selain itu, akses lokasi harus dapat dilalui kendaraan pikap sebagai pengangkut drone, serta dekat dengan sumber air.
“Pupuk atau pestisida yang disemprotkan bisa disiapkan dari Dispertangan atau milik petani sendiri,” jelasnya.
Lebih jauh, petani juga diberi ruang untuk mengajukan jenis nutrisi sesuai kebutuhan lahan, mulai dari perbaikan tanah, PGPR, asam amino, jakaba, agensi hayati, hingga PPC.
Pertanian Modern, Lebih Cepat dan Efisien
Menurut Quratul Aini, kehadiran drone sprayer menjadi lompatan besar dalam modernisasi pertanian Situbondo. Teknologi ini mampu mempercepat proses penyemprotan pupuk maupun pestisida secara merata, bahkan di area yang sulit dijangkau metode konvensional.
“Drone sprayer mampu menjangkau area luas dalam waktu singkat. Ini menghemat tenaga kerja dan mengurangi paparan petani terhadap bahan kimia,” ujarnya.
Efisiensi waktu dan biaya menjadi keunggulan utama. Dalam kondisi tertentu, proses yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga kerja kini dapat dilakukan lebih cepat dengan hasil yang lebih presisi.
Dorong Swasembada Pangan Nasional
Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Situbondo dalam mendukung agenda besar swasembada pangan nasional. Pemerintah daerah menilai bahwa modernisasi alat produksi adalah kunci untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian.
“Pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas komoditas pertanian, utamanya padi,” kata Quratul Aini.
Ia menambahkan, penggunaan drone tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang lebih aman, efisien, dan ramah kesehatan petani.
Arah Baru Pertanian Situbondo
Dengan masuknya teknologi drone ke lahan pertanian, Situbondo mulai memasuki babak baru transformasi sektor agraria. Pemerintah berharap, inovasi ini dapat mempercepat adopsi teknologi di kalangan petani dan membuka jalan menuju pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Kini saatnya beralih ke cara yang lebih modern. Dengan drone, petani tidak hanya bekerja lebih mudah, tetapi juga membuka peluang hasil panen yang lebih maksimal,” pungkasnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin