Revitalisasi Asrama Inggrisan Banyuwangi hampir rampung. Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat sekaligus destinasi wisata baru yang menggerakkan ekonomi daerah.
RADARBANYUWANGI.ID – Proyek revitalisasi Asrama Inggrisan kini memasuki tahap akhir. Secara fisik, pembangunan telah mendekati 100 persen, dengan sebagian besar fasilitas utama dan penataan lanskap sudah tuntas.
Pantauan di lapangan menunjukkan, pekerjaan yang tersisa hanya pemasangan batu koral untuk jalan setapak menuju area bangunan. Selebihnya, struktur utama hingga fasilitas penunjang telah selesai dikerjakan.
Tercatat, sebanyak 12 kamar berlantai dua telah rampung dipugar. Selain itu, ruang rapat, toilet, dapur, musala, hingga instalasi pengolah air limbah (IPAL) juga telah diselesaikan oleh pihak pelaksana.
Penataan kawasan tidak hanya fokus pada bangunan, tetapi juga pada estetika lingkungan. Lanskap taman telah ditata menyeluruh dengan berbagai jenis vegetasi.
Salah satu pekerja taman, Alex, menyebut seluruh tanaman sudah tertanam dan mulai tumbuh optimal. Area halaman kini ditanami rumput gajah mini serta berbagai tanaman perdu, lengkap dengan pohon pule sebagai peneduh di bagian depan.
“Rumputnya terus kami rawat supaya tidak mati. Alhamdulillah, berkat rutin disiram, sekarang sudah tumbuh,” ujarnya.
Secara fungsi, lanskap tersebut dirancang tidak hanya untuk keindahan, tetapi juga sebagai peneduh, pembatas kawasan, serta penyerap polusi. Tanaman yang dipilih pun relatif tahan panas dan mudah dirawat, seperti pucuk merah, bougenville, palem kuning, hingga aglaonema.
Revitalisasi Asrama Inggrisan sendiri merupakan proyek jangka panjang yang dimulai sejak Oktober 2024 dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026. Proyek ini dinilai strategis karena akan menjadi ikon baru Banyuwangi dalam mengintegrasikan sektor ekonomi rakyat dan pariwisata.
Di sisi lain, Pemkab Banyuwangi juga bersikap hati-hati dalam proses serah terima sejumlah proyek, termasuk pasar daerah dan Asrama Inggrisan, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menegaskan pihaknya belum akan menandatangani berita acara serah terima sebelum seluruh pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi.
“Masih menunggu berita acara dari Kementerian PUPR. Tapi kami minta jangan ditandatangani dulu karena ada beberapa pekerjaan yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah catatan di lapangan umumnya berupa pekerjaan minor, seperti paving yang belum rapi hingga kebocoran di beberapa titik. Meski tergolong kecil, perbaikan tetap harus dilakukan demi memastikan kenyamanan pengguna.
“Memang pekerjaan kecil-kecil, tapi tetap harus disempurnakan,” imbuhnya.
Sementara itu, sosialisasi kepada pedagang terkait konsep baru pasar tetap berjalan. Nantinya, sistem penataan tidak lagi menyediakan gudang di dalam kios, melainkan difokuskan sebagai area display barang.
Penempatan pedagang akan dilakukan berbasis zonasi, mulai dari zona basah, pangan kering, konveksi, hingga kuliner. Proses distribusi lapak dilakukan melalui mekanisme undian di tiap zona.
Pemkab Banyuwangi menegaskan, pemindahan pedagang ke lokasi baru tidak akan dilakukan sebelum seluruh fasilitas dinyatakan siap.
“Kalau belum siap, jangan dipindah dulu. Kita pastikan semuanya benar-benar ready agar pedagang nyaman,” tegas Nanin.
Dengan progres yang hampir rampung, revitalisasi Asrama Inggrisan diharapkan segera memberikan dampak nyata sebagai pusat aktivitas ekonomi baru sekaligus destinasi penunjang pariwisata Banyuwangi. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin