Program kemanusiaan Rantang Duafa kembali digulirkan Badan Amil Zakat Nasional Banyuwangi setelah sempat vakum. Reaktivasi ini langsung menyasar lansia dhuafa sebatang kara yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan harian.
RADARBANYUWANGI.ID – Harapan baru bagi warga dhuafa kembali hadir. Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Banyuwangi resmi menghidupkan kembali program Rantang Duafa, Senin siang (4/5). Launching ulang ditandai dengan penyerahan bantuan kepada Budi Margo Santoso, 73, warga Dusun Sukorojo, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah.
Program yang sempat terhenti beberapa bulan itu kini difokuskan untuk membantu lansia kurang mampu yang hidup sebatang kara. Melalui skema ini, penerima manfaat akan mendapatkan kiriman makanan setiap hari, yang dimasak oleh warga sekitar secara gotong royong.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Banyuwangi Nanang Khoirurrozik, didampingi Ketua Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kecamatan Glagah Mohammad Arifin serta Lurah Banjarsari Sabardianto.
Bagi Margo, program ini bukan sekadar bantuan makanan, melainkan bentuk kepedulian yang sangat berarti. Lansia yang sejak lahir mengalami disabilitas akibat polio itu mengaku terbantu dengan kiriman makanan harian.
“Terima kasih kepada Baznas dan UPZ Kecamatan Glagah yang telah membantu makanan untuk saya setiap hari melalui Rantang Duafa ini,” ujarnya.
Nanang Khoirurrozik menegaskan, Rantang Duafa merupakan program lama Baznas yang kembali diaktifkan karena kebutuhan di lapangan masih tinggi. Banyak lansia dhuafa yang hidup sendiri tanpa dukungan keluarga memadai.
“Program ini kami hidupkan kembali karena masih banyak dhuafa lansia yang membutuhkan bantuan makanan. Harapannya bisa meringankan beban hidup mereka,” jelasnya.
Ia juga mengajak para muzaki untuk turut ambil bagian dalam program tersebut. Menurutnya, keberlangsungan Rantang Duafa sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah.
Dengan kolaborasi antara Baznas, UPZ, dan masyarakat, program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tingkat lingkungan.
Kehadiran kembali Rantang Duafa menjadi bukti bahwa program berbasis gotong royong masih relevan dan efektif dalam menjawab persoalan kemiskinan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dhuafa. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin